Petinju Asal Kabupaten Belu Raih Perak di Kejuaraan Tinju Ukraina

berbagi di:
Mario Blasius Kali

 

Petinjua kelahiran Belu, Provinsi NTT, Mario Blasius Kali (23) sukses membawa pulang medali perak kejuaraan tinju amatir internasional Nilokay Manger Cup (NMC) yang berlangsung di Kherson City, Ukraina pada 10-14 April 2018.

Di babak final yang berlangsung Sabtu (14/4) petang waktu Ukraina, Mario yang bertarung di kelas layang 49 kg, kalah angka atas petiju Kazakstan Zhandos Nesipzhan. Sehari sebelumnya di babak semifinal, Mario sukses menaklukkan petinju Moldova Stanislav Bondarenco lewat kemenangan RSC (reffree stopped contest) pada ronde kedua.

Sukses Mario menembus partai final, tidak diikuti dua petinju Indonesia lainnya. Aldom Suguro yang turun di kelas terbang 52 kg, dikalahkan petinju Kazakstan Azat Makhmetov. Sedangkan Farand Papendang (kelas Ringan 60 kg) juga kalah atas petinju tuan rumah Zhan Gasparyants. Dengan demikian, tinju Indonesia membawa pulang satu medali perak dan dua medali perunggu.

Untuk diketahui, di babak perempatfinal, Aldom sukses mengalahkan petinju tuan rumah Vladyslav Sydorenko sedangkan Farand juga menang atas petinju tuan rumah lainnya Vitaly Solyanik.

Sementara itu, langkah tiga petinju Indonesia lainnya, sudah lebih dahulu terhenti. Sunan Agung Amoragam (kelas bulu 56 kg) kalah angka dari petinju Ukraina Oleg Chulyacheyev. Libertus Gha (kelas welter 64 kg) kalah angka atas petinju tuan rumah Yuriy Shepelyuk, sedangkan Sarohatua Lumbatobing (menengah 69 kg) juga dikalahkan petinju tuan rumah lainnya Artem Soloviov.

Zhan Gasparyants yang mengalahkan Farand, akhirnya tampil sebagai juara usai mengalahkan rekan senegaranya Dmytro Chernyak. Yuriy Shepelyuk yang mengalahkan Libertus Gha juga sukses menembus final dan kalah di tangan rekannya Nurbol Kalzhanov. Sementara Artem Soloviov yang mengalahkan Sarohatua, meraih medali emas dengan mengalahkan rekan senegaranya Miroslav Kapuler.

Pimpinan Tim Tinju Pelatnas Indonesia yang juga Ketua Umum Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma kepada VN langsung dari Ukraina semalam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan para pecinta tinju amatir Indonesia untuk hasil satu medali perak dan dua medali perunggu.

“Semoga perntadingan di Ukraina menjadi batu loncatan bagi petinju untuk berlatih lebih keras lagi meraih medali emas di arena Asian Games Asian Games mendatang,” tulis Johni lewat pesan WattsAp.

Ke depan, kata Wakapolda Sulut itu, para petinju berlatih lebih keras dan mampu mengatur strategi menghadapi petinju lawan. “Keikutsertaan petinju-petinju kita di Ukraina adalah salah satu ajang try out Tim Tinju sebelum bertanding di Asian Games di Indonesia, bulan Agustus mendatang,” pungkasnya.
Siapa Mario Kali?
Mario adalah petinju yang muncul dari ring tinju lokal di NTT. Ia berasal dari Atambua. Petinju berusia 23 tahun itu awalnya tak sengaja untuk terjun ke dunia tinju.

Ia adalah atlet taekwondo. Namun, mantap memilih tinju pada usia 14 tahun. Hanya butuh waktu dua bulan baginya untuk memberanikan diri turun sebagai petinju di pertandingan resmi bertajuk Menpora Cup di Kupang pada 2010.
Setelah meraih gelar peringkat ketiga tinju di Menpora Cup, Mario dipanggil untuk masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTT dan berhasil meraih ijazah kelulusan dari SMK dengan jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Karier tinju Mario perlahan mulai melesat sehingga terpilih menjadi atlet yang mewakili NTT untuk PON 2016 Jawa Barat. Sayang, ketika itu Mario gagal berprestasi. Meski sempat gagal Mario tetap berjuang dan membuktikan prestasi di tingkat internasional.

Selain menjadi atlet tinju, saat ini Mario sudah berpangkat Serda (Sersan Dua) dan berdinas di Direktorat Peralatan Angkatan Darat, Jatinegara, Jakarta Timur. Meskipun berstatus sebagai prajurit aktif, Mario tetap ingin fokus bertinju. (paa/D-1)