Petisi Save GBY dan Boikot Melki Lakalena

berbagi di:
img-20190109-wa0045

Gidion Mbilijora didampingi Robert Riwu memberikan keterangan kepada wartawan usai menggelar rapat membahas SK Pemberhentian keduanya di kantor DPD II Golkar Sumba Timur, Rabu (9/1) siang kemarin. Foto: Frangky Johannis/VN
Frangky Johannis

Selain menolak SK Pemberhentian Sementara Gidion Mbilijora da Robert Riwu oleh seluruh pengrurus DPD II dan pengurus kecamatan, para kader Golkar Kabupaten Sumba Timur juga melakukan aksi penandatanganan petisi Save Gideon Mbilijora (GBY) dan memboikot Ketua DPD I Golkar NTT Melki Lakalena di halaman depan kantor Sekretariat Golkar Sumba Timur, Rabu (9/1).

Pantauan VN, sejumlah kader Golkar bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu membentang kain putih di sepanjang pagar kantor tersebut untuk ditandatangani para pengurus dan kader.

Adi Leo, salah seorang pengurus DPD II kepada VN mengatakan aksi ini dilakukan karena mereka menilai GBY telah dizolimi Ketua DPD I Melki Lakalena. Alasan tidak pernah melakukan koordinasi dan tidak pernah ikut pertemuan dengan DPD I adalah alasan yang dicari-cari. Pasalnya, GBY  selain ketua partai, juga seorang bupati yang harus memberikan pelayanan bagi rakyat.

Foto: Frangky Johannis/VN
Foto: Frangky Johannis/VN

Menurutnya, Gidion adalah figur panutan  yang dicintai rakyat karena rendah hati dan bersahaja, fleksibel, dan sangat menghargai siapa saja. Sehingga,  ketidakhadiran dalam undangan DPD I tidak berarti mengabaikan atau membangkang tetapi pasti ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kalau rapat yang diagendakan DPD I bertepatan dengan agenda sidang DPRD atau tugas-tugas pelayanan masyarakat yang sudah direncanakan lebih dahulu, khan pasti yang prioritas itu untuk masyarakat. Kami merasa ini alasan yang dicari-cari, makanya kami lakukan aksi ini,” kata Adi.

Adi menambahkan, kader Golkar Sumba Timur menilai SK Pemberhentian Sementara itu adalah SK abal-abal karena itu tidak perlu digubris dan harus ada perlawanan, salah satunya dengan Save GBY dan Boikot Melki Lakalena ini.

“Kami sebagai orang Sumba tidak mau diremehkan dengan cara-cara seperti ini. Kami juga mendesak DPD II untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai atas dikeluarkannya SK tersebut. Kalau di Jakarta orang ramai dengan 2019 Ganti Presiden, di sini kita mau canangkan 2019 Ganti Ketua DPD I Golkar NTT Melki Lakalena ke GBY,” kata dia.

Elton Mahkota, kader lainnya mengatakan, aksi penandatanganan petisi Save GBY dan Boikot Melki Lakalena dilaksanakan mulai saat ini hingga ada keputusan pembatalan SK itu.

img-20190109-wa0042

Menurutnya, para kader juga menanti kedatangan Plt Ketua dan Sekretaris yang katanya akan mengantar sendiri SK pemberhentian itu. “Kami berharap kalau bisa jangan Plt saja yang datang, Pak Ketua DPD I juga datang ke Sumba Timur supaya kita tanya langsung apa alasan itu saja atau ada alasan lain,” katanya.

Umbu Nganji, Ketua Kecamatan Kambata Mapambuhang mengatakan, sangat menyesal dengan sikap DPD I yang mengeluarkan SK tersebut karena selain tidak sesuai dengan aturan organisasi, dari segi waktu juga tidak tepat karena saat ini seluruh jajaran Golkar Sumba Timur di bawah pimpinan Pak Gidion Mbilijora sementara fokus konsolidasi menangkan Golkar dalam pileg dan pilpres April mendatang.

Umbu Manja Wohangara, Ketua Kecamatan Kahaunga Eti mengatakan, perlu dipikirkan selain menolak SK tersebut, adalah langkah hukum berupa gugatan ke pengadilan karena menyangkut harga diri.

Ia merasa aneh karena saat Melki Lakalena berkunjung ke Sumba Timur, Melki sendiri mengatakan bahwa yang paling siap dalam pilkada Gubernur NTT adalah Sumba Timur. Namun, SK itu keluar karena alasan koordinasi dan konsolidasi.

 

Bakar Poster Laka Lena
Di dalam aksi tersebut mereka membentangkan kain itu yang ditulis dengan pilox warna hitam, di antaranya ‘BOIKOT MELKI LAKA LENA di SUMBA TIMUR’, ‘Tolak SK abal-abal’, GBY ‘TIDAK SENDIRI’, save ‘RR’.

Mereka juga membentangkan poster foto Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Lakalena yang  digaris silang silang (X) dengan pilox warna merah dan ditulis ‘Kau bukan siapa2 di Sumba Timur’, kemudian poster itu dibakar. Di samping poster mereka juga meletakkan sebuah karangan bunga. Usai membakar poster itu mereka semua menyalakan lilin sepanjang kain itu.

Dalam aksi itu, para kader dan simpatisan juga meneriakan ‘No Laka Lena, Yes GBY, ‘kita sebagai pengurus DPD II tetap mendukung GBY’, jika GBY mundur maka kami semua pengurus mundur. SK pemberhentian hanya abal-abal.

Koordinator aksi Save GBY ‘Tidak Sendiri’ Herman Hilungra kepada wartawan usai aksi itu mengatakan, menyikapi keputusan DPD I Partai Golkar NTT yang memberhentikan Gidion Mbilijora dan Robert Riwu, maka seluruh kader dan simpatisan bersama-sama melakukan aksi protes kepada Melki Lakalena yang mengeluarkan SK pemberhentian prematur dan tidak mendasar.

Selain membakar poster Melki Lakalena sebagai Caleg DPR RI Dapil 2, mereka juga mengimbau semua kader dan simpatisan Partai Golkar Sumba Timur untuk memboikot seluruh stiker dan poster Melki Laka Lena di Sumba Timur mulai hari ini.  (bev/ol)