Petugas Sampah Kewalahan Atasi 344 TPS

berbagi di:
Salah satu lokasi penuh sampah yang sempat diabadikan VN di wilayah Kota Kupang beberapa waktu lalu.

Salah satu lokasi penuh sampah yang sempat diabadikan VN di wilayah Kota Kupang beberapa waktu lalu.

 
Petugas kebersihan kewalahan mengatasi sampah di Kota Kupang meski sudah ada 34 armada. Mereka mengangkut sampah TPS (tempat pembungan sampah) sementara untuk dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir) sampah Alak, sejak pukul 04.00 Wita.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana kepada VN, Jumat, (15/2) siang, mengatakan, pihaknya memiliki 36 unit mobil pengangkut sampah, namun ada dua unit dalam kondisi rusak sehingga hanya 34 unit yang bisa dipergunakan. Ke-34 unit mobil itu setiap hari harus mengangkut sampah dari 344 TPS ke TPA Alak. Itu belum termasuk tumpukan sampah di tempat yang bukan TPS yang juga harus diangkut.
Selain itu, permintaan dari masyarakat yang melakukan kerja bakti membersihkan sampah, juga meningkat belakangan ini. Pihaknya harus melayani.

 

2,7 Ton/Hari
Dia menjelaskan, produksi sampah di Kota Kupang mencapai 2,7 ton per hari, dan terbanyak di Kelurahan Oesapa dan Oebobo.

Personel pengangkut sampah (pasukan kuning), termasuk supir mobil sampah sebanyak 276 orang, penyapu jalan 56 orang, pegawai di TPA Alak 14 orang dan pengawas atau pengawal penggangkutan sampah 8 orang sehingga total 354 personel pasukan kuning. Dari jumlah tersebut, kebanyakan adalah pegawai tidak tetap (PTT), yakni 253 orang, dan sisanya PNS.

Dia mengaku sudah menyiapkan seragam dan perangkat kerja seperti sepatu, sarung tangan dan masker namun tidak ada yang mau menggunanakannya. Pegawai merasa tidak nyaman mengenakannya.

“Saya bahkan paksa mereka untuk pakai dengan alasan kesehatan tetapi mereka tetap tidak mau. Masker memang ada tetapi kita akan melakukan pengadaan masker biasa saja biar mereka bisa pakai,” katanya.

Dia menjelaskan penggangkutan sampah dimulai pukul 04.00 Wita dini hari. Setiap armada mobil sampah sudah dibagi sesuai jalur sehingga bisa melayani seluruh kelurahan dengan total TPS mencapai 344 unit.

“Ada yang bahkan bolak-balik sampai tiga kali ke TPA Alak,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini banyak yang melakukan kerja bakti membersihkan sampah sehingga banyak pula permintaan mendadak untuk mengangkut sampah. Karena itu, pihaknya sudah mulai kewalahan terkait jumlah armada mobil sampah.
Sesuai Perda kota Kupang, aturan membuang sampah dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 05.00 Wita. Namun, diakuinya masih kurang sosialisasi sehingga banyak masyarakat yang belum tahu. Pihaknya akan melakukan sosialisasi secara langsung maupun melalui stiker yang akan ditempelkan di pintu rumah warga agar masyarakat tahu kapan harus membuang sampah di TPS.

Setelah sosialisasi Perda tersebut, kata dia, akan diberlakukan ketentuan denda bagi yang membuang sampah sembarangan.

Dinas Kebersihan saat ini, lanjutnya, membutuhkan tenaga dan juga armada pengangkut sampah. Menurutnya, waktu tempuh dari TPS ke TPA Alak bisa mencapai dua hingga tiga jam.

Di TPA Alak, lanjutnya, ada pegawai yang menggunakan alat berat untuk merapikan sampah. Alat berat dioperasikan sejak pagi hingga pukul 12.00 Wita. Setelah makan siang, operator alat berat kembali bekerja hingga pukul 15.00 Wita.