PMKRI Demo PIP dan ASN Bermasalah

berbagi di:
Aksi demo oleh PMKRI Kupang, Rabu (11/4). Foto: Leksi Salukh/VN

Aksi demo oleh PMKRI Kupang, Rabu (11/4). Foto: Leksi Salukh/VN

 
Leksi Salukh

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Kupang, Nusa Tenggara Timur menggelar aksi mendesak DPRD Kota Kupang mengambil sikap tegas terkait penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan ASN yang melakukan persekusi di ruang Wakil Walikota Kupang 2 November lalu. Mereka berarak dari Taman Nostalgia menuju Kantor DPRD Kota Kupang dan Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (11/4) siang.

Ketua Presidium PMKRI Kota Kupang Markus Gani mengatakan ada upaya Pemkot Kupang mendiamkan kasus persekusi terhadap Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man yang melibatkan oknum ASN.

“Pemerintah takut dengan ASN,” katanya.

Ia menyayangkan tidak ada kelanjutan sikap tegas Pemkot terhadap ASN

“ASN bermasalah tersebut belum diproses hukum, namun sampai saat ini Pemkot tetap diam. Pemkot malah mempromosikaan ASN yang terlibat dalam insiden pada 2 November 2017 tersebut,” katanya.

Menurutnya, Wali Kota Kupang tidak memahami aturan dan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Sehingga pihaknya menganggap ada upaya cuci tangan dari wali kota. DPRD harus menyikapi persoalan tersebut.

Ia juga mengkritisi persoalan pembagian PIP. Menurutnya, rumah aspirasi hanya ada di DPRD Kupang. Tidak ada rumah aspirasi lain.

Pihaknya mempertanyakan kapasitas yang diberikan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore terhadap “rumah aspirasi lain” untuk membagikan PIP.

Ia menambahkan, meski sudah delapan bulan menjabat sebagai Wali Kota Kupang, namun belum ada satu pun program yang menyentuh masyarakat. Jefry dinilai hanya lebih banyak melakukan pencitraan.

Ia bahkan menilah Jefry tidak mampu mengurus Kota Kupang. (bev/ol)