Polda NTT Tangkap Dua Mucikari

berbagi di:
nahor-fatbanu-1

Kepala Unit II Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kanit II Subdit Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Ditreskrimum Polda NTT AKP Tatang Panjaitan (tengah) didampingi Panit II Subdit IT IV Dit Reskrimum Polda NTT Ipda Djafar Alkatiri (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Ditreskrimum Polda NTT, Kamis (14/3). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

Rafael L. Pura

Prostitusi online di Provinsi NTT ternyata sudah berlangsung sekitar dua tahun. Banyak wanita tamatan SMA terlibat dalam prostitusi ini. Sekali kencan tarifnya paling rendah Rp 500 ribu.

Polda NTT sudah menangkap dua orang warga Kota Kupang sebagai mucikari prostitusi online. Dua tersangka mucikari online itu berinisial MD alias AB (22), warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dan YDP alias DD (40) warga Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda. MD ditangkap di salah satu hotel di Atambua, (21/2) dan DD ditangkap di kosan-kosan di wilayah Kota Kupang, 1 Maret lalu.

Kepala Unit (Kanit) II Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Subdit Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT, AKP Tatang Panjaitan mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di ruangan Ditreskrimum, Kamis (14/3).

AKP Tatang didampingi penyidik Ipda Djafar Alkatiri dan AKP Ketut Suhendra, mengatakan, kedua tersangka ini merekrut atau menjalin komunikasi dengan lima wanita, yakni HN (18), MWH (22), IML (22), MB (21) dan NP (20).

Menurut Tatang, dua orang pelaku ditangkap, setelah pihaknya melakukan pengembangan kasus itu sejak awal Maret 2019.

Kasus itu terungkap, setelah pihaknya mendalami informasi yang beredar melalui media sosial Facebook, soal maraknya prostitusi online di NTT. Setelah itu, kata Tatang, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mendapati kelima wanita itu sedang melakukan hubungan intim di salah satu Hotel di Atambua, Kabupaten Belu.

“Pengakuan dari para korban, mereka dijual ke lelaki hidung belang oleh MD dan YDP, yang juga adalah mucikari,” beber Tatang.

Berdasarkan keterangan para korban, polisi langsung bergerak menangkap dua tersangka itu di Kota Kupang.