Polisi Buat 2 Sketsa Wajah Terkait Teror Novel Baswedan

berbagi di:
Novel Baswedan

 

 

Kepolisian sudah menyelesaikan dua sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sketsa wajah dibuat berdasarkan keterangan yang didapat dari para saksi.

“Jadi untuk sketsa wajah baru jadi dua, yang satu belum. Itu kan kesaksian dari saksi, ada saksi, ada Pak Eko, ada Ustaz Beni, lalu dari keluarga Novel. Kan enam hari sebelum kejadian ada yang menanyakan baju gamis, itu yang akan kami tanyakan, kan belum dipastikan itu pelaku atau bukan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jalan Lontar No 27, Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).

Polisi juga akan membuat sketsa wajah seseorang yang tidak dikenal berada di tempat wudu. Sketsa wajah ini nantinya akan disebar ke masyarakat.

“Lalu yang kedua ada orang tak dikenal di tempat wudu. Itu nanti kami cross-check kembali apakah saksi kenal nggak. Nanti kami informasikan ke masyarakat kenal atau tidak. Nanti kami lihat lagi apakah benar tidak orangnya, nanti kami sampaikan seperti apa, dan kami gambarkan agar bisa disampaikan ke masyarakat. Kalau dapat orangnya, kami cek dia ke mana saja H-1 dan 2, dia ke mana saja,” katanya.

Argo mengatakan penyelidikan kasus Novel berjalan lama karena belum ada saksi yang melihat langsung pelaku saat kejadian. Petunjuk di lapangan juga sangat minim.

“Ya, sampai sekarang saksi melihat nggak ada. Petunjuk juga belum ada. Kan Kapolri sampai ke KPK kami harapkan ada tim dari KPK siapa yang dicurigai. Nanti kalau ada ya kami curigai itu kami keler dan tanyakan benar nggak pelakunya. Nanti dia juga kami masukkan ke ruang kaca, nanti diperiksa di sana. Kita transparan,” sebutnya.

Sebelumnya, tim gabungan Polri-KPK mulai bekerja mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Mereka telah bergabung dengan tim independen untuk membuat sketsa wajah pelaku.

“Sudah bergabung, semi-independen. Bikin sketsa wajah,” ujar Wakapolri Komjen Syafruddin di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).

 
Sumber: detik