Polisi Periksa Saksi Kasus Dana BOS SMK 5 Kupang

berbagi di:
Koordintaror Angkatan ke-19 Ditpolairud Polda NTT AKP Jeri S Puling saat menyerahkan sembako di Panti AsuhaN Atin, Kamis (6/11). Foto: Rafael. L. Pura

Koordintaror Angkatan ke-19 Ditpolairud Polda NTT AKP Jeri S Puling saat menyerahkan sembako di Panti Asuhan Atin, Kamis (6/11). Foto: Rafael. L. Pura/VN

 

 

Rafael L. Pura

Penyidik Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Kupang Kota terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS) pada SMK Negeri 5 Kupang.

Untuk menuntaskan kasus itu, penyidik secara maraton melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Mooynafi, Kamis (6/12) di ruang kerjanya, mengatakan, dalam pengembangan penyelidikan perkara dimaksud, tim penyidik yang dipercayakan menangani perkara dimaksud, kembali memeriksa lima orang saksi tambahan.

Kelima saksi, masing-masing berinisial NN, AL, JA, SS, dan AM, telah dimintai keterangan oleh tim penyelidik. Para saksi yang diperiksa ini berkapasitas sebagai tim pemeriksa dalam pengelolaan Dana BOS pada SMK Negeri 5 Kupang.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi masih sebatas materi tentang pengelolaan Dana BOS di SMK Negeri 5 Kupang.

Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa dua orang saksi pengelola Dana BOS pada SMK Negeri 5 Kupang, yaitu Ketua Panitia Pengelola Dana BOS SMK Negeri 5 Kupang Adrianus Banoet dan Bendahara BOS merangkap Bendahara Komite Semar Raja Kota.

Menurut Kasat Reskrim, penyelidikan terus dilakukan dengan memeriksa para pihak terkait dan mengumpulkan barang bukti.

“Kami juga terus melidik alur penggunaan Dana BOS pada sekolah tersebut dengan melakukan pulbaket,” kata Bobby.

Perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu, melanjutkan, selain melakukan pulbaket penggunaan Dana BOS, penyelidik Unit Tipidkor Satreskrim juga fokus melidik penggunaan dana hibah langsung yang telah diterima oleh SMK Negeri 5 Kota Kupang.

“Para saksi yang sudah diperiksa merupakan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penggunaan Dana BOS,” kata Bobby.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat menentukan besaran kerugian dalam perkara dimaksud. Namun, berdasarkan laporan pengaduan masyarakat, Unit Tipidkor langsung bergerak melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi tersebut.

Menurut Bobby, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan terhadap pengelolaan Dana BOS pada SMKN 5 Kupang.

“Atas dasar informasi masyarakat tersebut, kami melakukan telaah, pulbaket dan penyelidikan, sesuai dengan tahapan dan prosedur serta tahapan proses penyelidikan,” pungkas Bobby.(mg-03/S-1)