Polres Mabar Tahan Empat Pelaku Pencurian dan Penipuan

berbagi di:
Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusuomowardono didampingi Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Ridwan saat jumpa pers. Foto: Gerasimos Satria/VN

Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusuomowardono didampingi Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Ridwan saat jumpa pers. Foto: Gerasimos Satria/VN

 
Gerasimos Satria

Selama bulan Februari, satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sudah menahan empat pelaku pencurian dan penipuan di wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono didampingi Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Ridwan dalam Jumpa Pers, Senin (11/2) menjelaskan kasus tindak pidana pencurian dengan dua pelaku yaitu Fransius Nyoman alias Nyoman dan
Ronaldus Darson alias Darson. Keduanya berasal Desa Sepang, Kecamatan Boleng. Mereka melakukan pencurian uang sejumlah Rp 21.000.000 dari berangkas SMP Negeri 1 Komodo.

“Kedua pelaku itu melakukan pencurian dengan membongkar ruangan bendahara SMP Negeri 1 Komodo. Merela mencungkil pintu dan ruangan bendahara mengunakan linggis,” ujar Julisa.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 363 Ayat (1), Ke 3, ke 4, ke 5, KUHP Jo Pasal 363 ayat (2) tentang Pencurian dengan Pemberatan Ancamah Hukuman 9 Tahun Penjara. Sedangkan kasus penipuan dilakukan Saiful Efendy Wijaya, 37 Kampung Cempa, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo. Dimana tersangka melakukan Penipuan Jual Beli tanah dengan Kerugian Rp 410 juta.

Dalam melakukan aksinya, Saiful Efendy mengaku sebagai wartawan. Pelaku menawarkan tanah kepada korban Denny Susanto dengan harga Rp 650 juta. Uang penjualan tersebut sudah dibayar secara bertahap sebesar Rp 410 juta.
Belum lunas, korban terlajur tahu tanah yang dijualpelaku adalah tanah milik orang dan sudah bersertifikat.

“Pelaku juga mengaku sebagai seorang wartawan pada saat melakukan penipuan terhadap korban, namun ID card sebagai seorang wartawan tidak dimiliki,” tutur Julisa.

Barang bukti yang disita polisi berupa tiga kwintansi penerimaan yang untuk pembayaran tanah, dua lembar slip pengiriman uang Bank BNI dan surat kesepakatan transaksi jual beli tanah. Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan.

Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Ridwan menambahkan ada pula dua kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan siswa SMK Negeri 1 Komodo berinisial TYF. Pelaku berasal dari Rekas, Desa Kempo Kecamatan Mbeliling.

YF melakukan pencurian motor pada 2 Februari 2019 sekitar pukul 13.00 Wita di depan kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat. Motoryang dicuri pelaku dimodifikasi dengan cara mengganti kunci serta merubah warna cat motor.

Kapolres Julisa mengimbau masyarakat Kabupaten Mabar untuk segera melaporkan tindakan kriminal yang terjadi ke kantor polisi atau melalui aplikasi online Komodo Police Online.

“Kami akan tindak tegas pelaku tindak pidana apapun di wilayah hukum Polres Mabar,” tegasnya. (bev/ol)