Potensi Laut NTT Harus Dibangun Sesuai Visi Baru NTT

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis dana KUR peternakan kepada perwakilan nasabah UMKM BRI Cabang Waingapu di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis dana KUR peternakan kepada perwakilan nasabah UMKM BRI Cabang Waingapu di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN

 

Frengky Keban
Potensi laut Nusa Tenggara Timur (NTT) tak diragukan, sayang belum maksimal dikelola. Pengawasan dan supervisi jadi masalah utama karena itu perlu dibangun kembali dengan design yang benar sesuai visi NTT baru.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam tatap muka dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Kabupaten Sumba Timur di gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Sabtu (9/2).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis dana KUR peternakan kepada perwakilan nasabah UMKM BRI Cabang Waingapu di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis dana KUR peternakan kepada perwakilan nasabah UMKM BRI Cabang Waingapu di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN

Ia menjelaskan, keindahan pantai, taman laut, dan potensi seperti garam dan rumput laut perlu dibangun menjadi sektor unggulan.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta belum lama ini, ia mengaku setuju dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menginginkan seluruh hasil laut tidak boleh dijual keluar.

“Kebijakan itu sudah paling benar. Sebagai gubernur saya berkeinginan agar kawasan laut harus mampu dimanfaatkan dengan baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan NTT,” katanya.

Gubernur VBL ingin produksi rumput laut dan potensi laut lain disiapkan dengan baik.

“Harus ada perusahaan yang mampu menampung hasil produksi masyarakat. Harga standar titik bawah dari rumput laut dan seluruh komoditi laut pun perlu ditetapkan, sehingga saat harga berada pada titik bawah, pemerintah langsung ambil dan tidak membebani masyarakat yang telah bekerja dengan luar biasa,” tegasnya. (E1)