Premium Mendadak Langka di Kefamenanu

berbagi di:
Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kefamenanu, Kabuparten TTU, kemarin. Sekitar sepekan terakhir, BBM jenis premium langka di Kefamenanu. Foto: Gusty Amsikan/VN

Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kefamenanu, Kabuparten TTU, kemarin. Sekitar sepekan terakhir, BBM jenis premium langka di Kefamenanu. Foto: Gusty Amsikan/VN

 

Gusty Amsikan

Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin) mendadak langka di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Tiga SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) di Kefamenanu termasuk yang sedang dalam proses perbaikan, tidak menjual premium. Terpasang pengumuman “Premium Habis”.

Pantauan VN, selama sepekan terakhir, kelangkaan premium mulai terasa. Pihak SPBU hanya satu dua jam melayani pembelian premium lalu berhenti dengan alasan ketiadaan stok.

Masyarakat pemilik kendaraan berbahan bakar premium mulai kesulitan dan resah. Sebab, BBM jenis pertalie dan pertamax justru normal. Muncul dugaan, kelangkaan premium memang disengajakan agar masyarakat terpaksa membeli pertalite atau pertamax.

Seorang warga Kefa, Rofinus Tas’au yang sehari-hari menjadi tukang ojek, kepada VN, Selasa (7/8), mengatakan, kelangkaan premium sangat mengganggu aktivitas masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita jadinya berpikir dua kali untuk beralih ke pertalite atau pertamax yang harganya lebih mahal. Kami sebagai tukang ojek tentu sangat dirugikan,” keluhnya.

Menurut Rofinus, kelangkaan BBM jenis premium di TTU sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir.

“SPBU hanya layani satu dua jam, setelah itu berhenti dengan alasan bensin habis. Pemerintah tolong koordinasikan masalah ini dengan pihak Pertamina supaya masyarakat jangan resah,” katanya.

Dia mengaku khawatir kelangkaan ini merupakan permainan bisnis pemodal dengan elit dan mengorbankan masyarakat kecil.

“Atau mau paksa kami supaya beralih ke pertalite dan pertamax dengan harga yang lebih mahal itu. Kami harap pemerintah dan pihak Pertamina tanggap,” jelasnya.

Keluhan senada disampaikan Heri Abi, warga Kefa. Ia mengatakan, mencari BBM jenis Premium di Kefamenanu belakangan ini tergolong sulit. Fenomena kelangkaan ini dikhawatirkan seperti empat tahun lalu yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU selama berhari-hari.

Menurut Heri, sebagai masyarakat kecil ia kecewa. Ia menduga Pertamina memang mengurangi volume pasokan BBM jenis premium agar pasaran BMM selain bensin laku terjual.

“Kami khawatir, jangan sampai ini salah satu cara untuk menghapus premium lalu yang ada hanya pertalite dan pertamax. Karena, belakangan ini premium macam sulit diperoleh. Kondisi ini tidak saja terjadi di TTU tapi terjadi pula di daerah lain,” pungkasnya.

Pengawas SPBU Naesleu, Vinsen Teneka, mengatakan, kuota premium yang dipasok Petamina sebanyak 20 ton per hari. Distribusi BBM selama ini berjalan lancar. Namun ia menduga kehabisan stok premium diakibatkan karena salah satu SPBU di Kefamenanu saat ini tidak beroperasi karena sedang dalam proses renovasi. (gus/D-1)