Progres Proyek Jalan Capai 56 Persen

berbagi di:

 

 

Yes Balle

Pelaksanaan pekerjaan fisik proyek jalan dalam Kota Kupang baik lapen maupun hotmix sudah mencapai 56 persen. Tapi ada juga pekerjaan yang baru mencapai 30-40 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang meminta kepada kontraktor pelaksana untuk mempercepat pekerjaan agar tidak mengganggu aktivitas warga yang ada di sekitar lokasi proyek maupun warga Kota Kupang umumnya.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas PUPR Kota Kupang Benny Sain terkait perkembangan pekerjaan proyek fisik jalan dalam Kota Kupang hingga memasuki minggu kedua Agustus.

Benny mengatakan, progres pekerjaan proyek jalan dalam Kota Kupang ada yang sudah mencapai 80 persen, tapi ada juga yang 30 baru persen serta 40 persen. Dengan demikian, jika dirata-ratakan maka persentase pekerjaan semua ruas jalan dalam Kota Kupang sudah mencapai 56 persen.

“Jadi diperkirakan dalam bulan November mendatang semua pekerjaan sudah rampung dan untuk saat ini dari sisi pencairan anggaran baru 30 persen uang muka. Setelah semua rampung dan perkembangan pekerjaan berjalan baik baru proses pencairan menyusul,” kata Benny Sain.

Benny menjelaskan, selain konsultan pengawas, setiap pekerjaan fisik jalan yang ada di dalam Kota Kupang turut diawasi oleh Dinas PUPR Kota Kupang. Pengawasan bertujuan supaya kontraktor pelaksana dapat bekerja sesuai kontrak yang sudah ditetapkan.

Ia berharap kontraktor pelaksana jalan dalam Kota Kupang tersebut dapat bekerja sesuai kontrak yang berlaku dan tidak menyimpang dari kontrak. Pasalnya, menurut Benny Sain, jika kontraktor bekerja di luar kontrak atau tidak sesuai kontrak akan berdampak pada perbuatan melawan hukum dan bisa diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Saya akui bahwa pekerjaan jalan di empat ruas jalan, yaitu Jalan SK Lerik, Wolter Monginsidi, Sam Ratulangi, dan Jalan Kartini cukup mengganggu aktivitas warga. Selain itu, pekerjaan jalan juga menimbulkan debu di mana-mana, jaringan utilitas seperti PDAM, PLN dan juga telekomunikasi mengalami gangguan. Untuk itu saya meminta pengertian warga Kota Kupang agar memahami kondisi ini,” kata Benny Sain.

Menurunya, masih ada sisa waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya. Namun, menjelang perayaan HUT ke-73 Proklamasi RI, pihaknya akan fokus mengerjakan pengaspalan hotmix terlebih dahulu untuk memperlancar perayaan HUT RI. Sementara pekerjaan minor untuk drainase dan pembenahan-pembenahan lainya, akan disesuaikan dengan kalender kerja.

Sementara Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore mengaku ada banyak warga Kota Kupang yang mengeluh dampak pekerjaan jalan terhadap aktivitas masyarakat.

Wali Kota Jefry juga berharap, kontraktor pelaksana proyek tersebut dapat mengurangi debu dalam pekerjaannya, sehingga tidak sampai menggaggu kesehatan warga khususnya anak-anak yang berdomisili di dekat lokasi proyek di empat ruas jalan tersebut.

Hal senada dikemukakan salah satu Ketua RT di sekitar wilayah yang sementara dikerjakan. Menurut sang Ketua RT ada banyak pengeluhan dari ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak kecil. Pengeluhan tersebut sudah disampaikan kepada pihak yang berwenang, sehingga bisa melakukan koordinasi dengan pemilik proyek tersebut.

“Prinsipnya kami tidak menolak pekerjaan proyek tersebut, tapi yang diharapkan adalah para pekerja proyek dan kontraktor bisa mengurangi abu yang bertebaran akibat pekerjaan tersebut,” kata Ketua RT Anto Pulinggomang. (bev/ol)