Proses Tender Harus Dipercepat

berbagi di:
Kepala Biro PBJ Provinsi NTT, Siprianus Kelen

Kepala Biro PBJ Provinsi NTT, Siprianus Kelen

 

 

Polce Siga

Kepala Biro PBJ Provinsi NTT, Siprianus Kelen yang dikonfirmasi VN di kantornya, Selasa (12/3), mengakui proses tender proyek-proyek fisik di Biro PBJ Provinsi NTT agak terlambat. Biasanya tender dimulai pada Januari, bahkan Desember tahun sebelumnya, namun kali ini dimulai pada Maret.

“Memang agak terlambat, tapi kalau semua bergerak cepat pasti selesai. Kita tetap proses semua OPD yang mengirim dokumen-dokumen. Ya kita proses secepatnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan bergerak cepat jika semua dokumen dari setiap perangkat daerah yang sudah masuk. Pihaknya, menargetkan paling cepat April sudah selesai proses tender semua proyek.

“Ya kita upayakan secepatnya,” ucapnya.

Dia mengatakan, tender sedang berproses dan ia mengaku sudah meminta para stafnya untuk bergerak cepat. “Memang kita harus kerja cepat. Bapak Gubernur begitu semangat untuk bekerja, dan kita sebagai staf tentunya kerja dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Keterlambatan proses tender terjadi karena menunggu penggabungan perangkat daerah termasuk pimpinan terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Karenanya, saat ini pihaknya perlu bergerak cepat agar bisa selesai tepat waktu.

“Saya lakukan percepatan pengadaan setiap usulan dari masing-masing OPD. Hari ini masuk, hari ini juga diproses. Tidak tunda-tunda sampai besok dan tentunya sesuai dengan prosedur yang berlaku,” bebernya.

Sipri berjanji akan berupaya meminimalisir gagal lelang. Dan, biasanya gagal lelang hanya terjadi pada satu atau dua paket proyek.

“Ya palingan satu dua paket yang gagal lelang. Memang mungkin kesalahan administrasi dan sebagainya kita selesaikan, tapi kita upayakan supaya jangan ada yang gagal lelang,” tegas dia.

Ia menambahkan, saat ini OPD yang paling banyak menyerahkan dokumen tender proyek yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP). Dinas PUPR, katanya terkait proyek jalan dan jembatan, sedangkan Dinas PKP berupa pengadaan bibit dan pupuk bagi para petani. (pol/D-1)