Prostitusi Online Kupang Pakai Aplikasi MI Chat

berbagi di:

Kepala Unit II Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kanit II Subdit Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Ditreskrimum Polda NTT AKP Tatang Panjaitan (tengah) didampingi Panit II Subdit IT IV Dit Reskrimum Polda NTT Ipda Djafar Alkatiri (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Ditreskrimum Polda NTT, Kamis (14/3). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Rafael L. Pura

Kepala Unit (Kanit) II Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Subdit Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT, AKP Tatang Panjaitan mengungkapkan dalam jumpa pers di ruangan Ditreskrimum, Kamis (14/3) mengatakan, praktik prostitusi online di Kupang telah berjalan selama dua tahun.

Pola yang digunakan dalam menjalankan praktik dengan aplikasi MI Chat. Aplikasi ini memposting sejumlah foto dan nama perempuan. Konsumen yang berminta tinggal melihat, melakukan percakapan dan transaksi lewat aplikasi ini.

“Oleh si tersangka, kemudian dibuatlah percakapan antara konsumen dan tersangka melalui aplikasi tersebut, terkait transaksi, baik harga maupun tempatnya,” ujarnya.

Praktik ini behasil terungkap, bermula saat salah satu konsumen dari Atambua memesan melalui aplikasi tersebut. Tersangka lantas menghubungi wanita berinisial AN, MWH dan IML, dan berangkatlah mereka ke Atambua menggunakan mobil sewaan.

“Tarifnya (kencan) rata-rata Rp 500.000. Dengan ketentuan, apabila konsumen membayar RP 500.000 maka fee yang didapat tersangka RP 100.000 dan apabila Rp 600.000 maka fee yang didapat tersangka RP 200.000. Begitu seterusnya,” ujarnya.

Atas praktik inilah, kata AKP Tatang, polisi bergerak dan mengamankan tersangka MD, di salah satu hotel di Atambua, yang disewakan untuk melakukan praktik prostitusi itu. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil pengembangan, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya, DD, di kosnya di wilayah Kota Kupang.

AKP Tatang mengungkapkan, dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, uang tunai sebesar RP 3.800.000, satu buah handphone merk Oppo warna hitam, satu buah handphone merk Vivo warna hitam, satu buah handphone merk Brand Code warna hitam. Ada pula satu tumpukan tisu bekas pakai, dua buah kondom bekas pakai, dua buah kondom baru dalam kemasan merk sutra, satu lembar sprei warnah putih, satu buah bedcover warna putih, satu lembar celana pendek warna hitam polkadot.

Polisi mengamankan barang bukti satu lembar celana pendek jeans warna biru, satu lembar celana dalam warna putih polos, satu lembar celana dalam warna kuning dan satu buah tas pinggang warna merah bertuliskan Filla yang berisikan satu pot krim UV.

Kedua tersangka saat ini ditahan di Mapolda NTT dan dijerat dengan ancaman hukuman Pasal 296 KUHP Junto Pasal 506 KUHP atau Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. (mg-03/R-2)