PT Flobamor Sumbang Rp 500 Juta ke PAD

berbagi di:
Dirut Agustinus Z Bokotei (kanan) didampingi Dir Operasional Budhi Karsidin memberikan keterangan terkait sumbangsih PAD dari PT Flobamor, Kamis (20/12). Foto: Dian Rihi Ga/VN

Dirut Agustinus Z Bokotei (kanan) didampingi Dir Operasional Budhi Karsidin memberikan keterangan terkait sumbangsih PAD dari PT Flobamor, Kamis (20/12). Foto: Dian Rihi Ga/VN

 
Dian Rihi Ga

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (20/12) mengatakan manajemen berhasil menyumbang Rp 500 juta ke PAD (pendapatan asli daerah) NTT.

Ia mengatakan sejak dilantik tiga bulan lalu, ia bersama seluruh staf PT Flobamor dengan semangat baru melakukan berbagai perbaikan internal perusahaan. Salah satunya adalah melakukan efisiensi biaya operasional dan perampingan manajemen.

“Untuk bisa memberikan Rp 500 juta ke PAD, dalam tiga bulan ini kami berusaha supaya melakukan efisiensi biaya,” jelasnya.

Efisiensi meliputi penyederhaan susunan pengurus, awalnya terdiri dari enam orang di Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, sekarang hanya empat orang.

“Ini dampaknya pada beban biaya gaji dan perusahaan sehingga bisa menyimpan kurang lebih Rp 35 juta per bulan,” ungkapnya.

Perubahan tersebut juga berpengaruh pada menurunnya beban biaya perjalanan dinas Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, dari sebelumnya rata-rata Rp 65 juta/bulan, menjadi Rp 25 juta/bulan.

Selain itu, PT Flobamor juga menghentikan sementara operasional empat anak perusahaan dan intensif melakukan penagihan piutang pada pihak ketiga, hal yang tidak dilakukan manajemen sebelumnya.

“Saat ini proses penagihan sudah berjalan dan kami juga sudah berhasil mendapatkan kembali sebaian piutang itu,” katanya.

Tahun 2017 lalu, lanjut dia, target pendapatan Rp 16,9 miliar dan tahun 2018 ini ditargetkan harus mencapai Rp 20 miliar.

“Kami walau baru dilantik namun sudah ditantang harus bisa melampaui pendapatan tahun lalu,” jelasnya.

Perubahan lainnya yang dilakukan adalah sistem pembayaran yang sebelumnya menggunakan pola cash, namun kini menggunakan fasilitas perbankan yakni cash management system (CMS).

“Pola ini membantu kita untuk lebih mudah menelusuri laporan keuangan kita secara wajar dan transparan,” tuturnya.

Untuk laporan keuangan tahun 2018 ini, PT Flobamor akan diaudit oleh kantor akuntan independen.

Direktur Operasional PT Flobamor Budhy S Karsidin juga mengungkapkan bahwa saat ini Dewan Direksi sudah diisi oleh tenaga-tenaga profesional yang kompeten di bidangnya. Direksi ditantang membuktikan bahwa perusahaan daerah pun mampu bersaing.

“Program Gubenur yang bertujuan memperkuat ekonomi daerah membuat kami juga harus semangat dalam menjalankan perusahaan ini,” jelasnya.

Tahun 2019, ujar Bokotei, manajemen akan melakukan implementasi sistem akuntansi yang benar, yakni pencatatan transaksi secara transparan dan akuntabel.

Tahun depan, diupayakan pula ada penambahan lintasan penyeberangan kapal-kapal feri yang dikelola PT Flobamor. Ditargetkan agar tiga armada kapal yang beroperasi mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Tahun depan, PT Flobamor akan menggunakan sistem online dalam proses pemesanan tiket kapal,” ucapnya.

Perusahaan ini juga akan mengembangkan usaha yang berkaitan dengan komoditi daerah NTT untuk mendukung upaya peninhkatan ekonomi masyarakat. Sedangkan target kontribusi ke PAD pada 2019 sebesar Rp 3 miliar. “Saya berharap agar ke depan semua pihak berikan kontribusi melalui dukungan moril yang positif bagi kami. Kami berharap dukungan itu dapat menjadi motivasi sehingga perusahaan ini akan menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (mg-05/R-4)