PT Moringa Indosia Siap 10 Mesin Pengering Kelor

berbagi di:
foto-hal-01-cover-080219-dudi-di-kebun-kelor-02-master

Pemilik PT. Moringa Indonesia (MOI), Dudi Krisnadi

 

 

Polce Siga

Pemilik PT. Moringa Indonesia (MOI), Dudi Krisnadi mengatakan untuk mengawali proses pengeringan kelor, perusahaannya sudah menyiapkan 10 unit mesin pengering. Menurutnya, mesin pengering itu bukan tanggung jawab MOI, tapi petani sendiri yang dalam pengadaannya bisa kerja sama dengan perbankan atau BUMdes atau investor dengan cara sewa beli atau cicil.

“Tetapi untuk mengawali MOI membuat 10 unit mesin pengering. Jadi, agar dicatat bahwa, MOI tidak memberikan pengering ke petani yang kontrak. Kami tidak investasi di pengering,” katanya.

Dalam proses pengeringannya, lanjut Dudi, ada pengawasan sehingga syarat pertama untuk dapat kontrak dengan MOI hanya bagi yang sudah belajar ke Blora. “Jadi tahu bagaimana proses pengolahan daun dan pengeringannya,” ujar Dudi.

Ia menambahkan, terkait pengembangan kelor dan lainnya, perusahaannya hanya bekerja sama dengan petani kelor di NTT yang sudah belajar di Blora. Dudi mengaku, ia sama sekali tidak bekerja sama dengan asosiasi atau organisasi tertentu.

“Terkait kelor ini, saya hanya terkait dengan keloris yang sudah belajar ke Blora. Asosiasi atau organisasi apapun namanya, sama sekali tidak terkait dengan saya,” katanya.

Sebagai informasi, demikian Dudi, untuk menghasilkan satu kontainer bubuk kelor dalam satu bulan, dibutuhkan 40 hektar lahan kelor dan 120 unit mesin pengering dengan harga Rp 75 juta per unit, sehingga dibutuhkan dana sekitar Rp 9 miliar. (D-1)