Puluhan Korban Keracunan Makanan di TTS Masih Dirawat

berbagi di:
Sejumlah pasien korban keracunan masih menjalani perawatan medis di Posko Penanggulangan Gereja Bet'el, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Selasa (8/1). Foto: Mutiara Malahere/VN

Sejumlah pasien korban keracunan masih menjalani perawatan medis di Posko Penanggulangan Gereja Bet’el, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Selasa (8/1). Foto: Mutiara Malahere/VN

 
Mutiara Malahere

Hingga Selasa (8/1) para korban keracunan massal di Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur masih dirawat puluhan korban masih dalam perawatan medis di RSUD Soe, Puskesmas Nule dan posko penanggulangan.

Pantauan VN di Posko Penanggulangan di Gereja Bet’el Camp 67 Tanah Merah, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, 27 okorban yang masih menjalani perawatan medis. 13 diantaranya anak-anak. Semua masih menggunakan infus.
Di Puskesmas Nule tinggal satu pasien, yakni seorang ibu hamil yang kondisinya perlu mendapat penanganan khusus.

Salah satu pasien Agrefina da Costa mengatakan bahwa kondisinya berangsur pulih sejak mendapat perawatan sejak Senin (7/1) pukul 19.00 Wita di Posko.

“Setelah mendapatkan cairan infus, kondisi saya sudah lebih baik dan rasa sakit pada perut berkurang. Tapi masih pusing sehingga saya masih harus berbaring di tempat tidur,” jelas Agrefina.
Di Posko, Anastasia Nabel tampak menjaga kedua anaknya, Putrinela Tasoi (7) dan Putraniel Tasoi (3). Kedua anaknya terlihat berbaring lemas dengan infus.

“Saya prihatin dengan kondisi kedua anak saya yang masih lemah. Tapi rasa sakit perut dan pusing telah berkurang sehingga saya pun merasa lega,” ungkap Anastasia.

Dokter Ealsa Tabun yang dikonfirmasi VN di Posko tersebut, mengatakan pihaknya telah memeriksa kondisi pasien. “Sebagian besar merasa lebih baik setelah mendapat cairan infus dan obat zinc, mengkonsumsi obat anti diare dan anti muntah, sehingga rasa mules juga berkurang. Bahkan ada pasien yang telah diizinkan pulang karena kondisinya telah membaik,” jelas Ealsa.

Pihaknya juga melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi setiap pasien di posko dengan harapan agar semua pasien dapat segera pulih. (tia/S-1)