Raknamo Harus Jadi Penggerak Ekonomi

berbagi di:
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat tampak berbincang dengan Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Selasa (12/3).

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat tampak berbincang dengan Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Selasa (12/3).

 

 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan Bendungan Raknamo harus dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Aspek pertanian, peternakan, dan perikanan harus dibangun secara terintegrasi sehingga menjadi ekowisata.

Gubernur VBL menegaskan itu saat memberikan sambutan kepada masyarakat di kawasan Raknamo, jajaran pejabat dan ASN Kabupaten Kupang dan Pemprov NTT, di areal parkir Bendungan Raknamo, Selasa (12/3).
Sebelum memberikan sambutan, VBL dan rombongan dengan ditemani Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha, berkeliling melihat Bendungan Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang itu.

Dia meminta agar Bendungan Raknamo itu dimamfaatkan secara maksimal karena sejauh ini hanya sebatas menjadi tempat rekreasi, dan belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah setempat.

“Apabila bendungan ini dikelola dengan baik maka saya optimis pada tahun 2020 masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di kawasan Raknamo sudah keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Ia mengatakan sektor perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan perdagangan bisa bersinergi mengoptimalkan bendungan tersebut.

“Saya mau agar semua sektor ini bersinergi dan bukan hanya satu sektor saja. Air dari bendungan ini sangat banyak sehingga bisa mencukupi kebutuhan semua masyarakat petani. Di samping mengerakkan bidang pertanian, harusnya juga bidang peternakan, pariwisata juga jalan sehingga banyak pemasukan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat NTT, khususnya Raknamo harus berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang konsisten menghadirkan Bendungan tersebut.

“Tantangan bagi kita adalah bagaimana kita melihat dan menanggapi peluang yang ada agar dapat mengunakan air yang ada dalam bendungan ini dengan baik dan maksimal untuk meningkatkan ekonomi kita,” katanya.

Ia mengatakan dari total lahan 1000 hektare (ha), yang baru dikerjakan 36 hektare.

“Buka lahan seluas apa pun bisa karena air tersedia,” tegasnya.

Raknamo akan menjadi pusat ekonomi baru. Generasi muda setempat harus menjadi penggerak utama memanfaatkan peluang yang disediakan Bendungan Raknamo.

Sekda Kabupaten Kupang, Obed Laha menyampaikan terimakasih kepada Gubernur VBL yang telah mengunjungi Bendungan Raknamo dan bertemu masyarakat, serta memberikan motivasi.

Ia mengakui Kabupaten Kupang mengalami defisit anggaran sehingga ia berharap dengan hadirnya Gubenur VBL dapat memberikan semangat demi perkembangan kabupaten ke depan.

Dia mengatakan, masyarakat Raknamo akan didorong untuk memanfaatkan secara maksimal air dari Bendungan Raknamo untuk kebutuhan pertanian, peternakan, perikanan dan sektor lainnya.

Mantan Sekretaris Desa Raknamo sekaligus Ketua Kelompok Tani Nunsono, Osias Boys saat menyampaikan isi hati masyarakat kepada VBL, mengatakan, masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah yan sudah membangun Bendungan Raknamo.

“Atas nama Kelompok Tani Nunsono kami sangat merasakan mamfaat dari bendungan ini bagi kami masyarakat kecil,” katanya.

Dia meminta agar air dari bendungan tersebut dapat terus mereka pergunakan untuk mengairi sawah mereka tanpa ada yang menghalangi.

Pantauan VN, ada yang menarik tatkala Gubernur VBL melihat sampah-sampah plastik berserakan dalam kunjungannya ke Bendungan Raknamo, kemarin. Secara spontan Gubernur kembali mengambil microphone dari MC.

“Dengar baik-baik untuk kita semua. Sesudah makan siang, kita semua memungut sampah-sampah yang berserakan,” ujar Guberbur kepada semua yang hadir. Dan sesudah makan, VBL memimpin langsung aksi memungut sampah. (mg-07/D-1)