REI Siap Bangun 3.000 Unit Rumah 2018

berbagi di:
ilustrasi perumahan

 
Yawan Ati

Tahun 2018, REI Nusa Tenggara Timur siap membangun 3.000 unit rumah di seluruh NTT untuk membantu masyarakat segerah memiliki rumah layak huni. Dari angka tersebut, 90 persen adalah rumah-rumah bersubdidi dari Pemerintah.

Ketua DPD REI NTT, Boby Pitobi kepada VN, jumat (8/6) diselah-selah pembukaan pameram REI Expo di Lippo Plaza Kupang menjelaskan, dalam tahun 2018 ini pihaknya akan membangun 3.000 unit rumah yang tesebar hampir semua kabupaten di NTT. Dari angka tersebut, REI membangun 90 persen adalah rumah bersubsidi.

Untuk mewujutkan target tersebut, pihaknya sudah bekerja sama dengan 68 pengusaha devoloper yang siap membangun rumah tersebut. Boby mengakui pembangunan rumah bersubsidi lebih banyak dari rumah non subsidi karena market dari masyarakat NTT adalah rumah MBR. Pada tahun 2016 pihaknya berhasil membangun 1.654 unit, tahun 2017 sebanyak 2.411 unit dan target 2018 adalah 3.000 hingga 3.500.

“Namun dalam pertengahan tahun ini kami sudah berhasil membangun 1.800 unit” ungkapnya. Boby obtimis target tahun 2018 akan tercapai dan kedepan harus lebih besar angka setiap tahunnya mengigat di NTT total kebutuhan rumah layak huni sebesar 218.000 unit rumah.

“Kalau kita hanya rata-rata 3.000 unit rumah setiap tahun, maka kita butuhkan berapa puluh tahun untuk bisa merumahkan semua masyarakat dengan layak. Untuk itu saya mengajak pengusaha sapa saja untuk mari bergabung untuk membangun NTT” ungkapnya.
Pemerintah Hilangkan BPHTB

Kendati demikian, Boby mengatakan banyak masalah yang dihadapi masyarakat. Masyarakat sangat membutuhkan rumah layak namun terbeban dengan besarnya BPHTB di NTT yang mencapai hampir 5 juta rupiah. Padahal sudah ada aturan untuk memperbolehkan pemerintah kabupaten kota menghapus pajak tersebut namun di NTT belum ada satupun Kabupaten/kota yang mau membantu warganya sendiri dengan mencabut pajak tersebut.

Menurutnya, pemerintah keliru jika menganggap pencabutan tersebut dapat memangkas pemasukan daerah. Ia mengatakan, bahkan demgan mengahapus BPHTB, pemasukan bagi pemerintah dari setiap unit rumah terjual mencapai belasan juta rupiah. Walau penghasilan tersebut tidak semuanya secara tunai diberikan kepada kota. Kementrian RI akan memberikannya dalam bentuk lain seperti meningkatnya DAU dan DAK dari pusat. Ia berharap pemerintah NTT menghapus pajak tersebut demi membantu masyarakat sendiri.

Perwakilan Divisi Pemesaran Kredit, Bank NTT, Toni Tangkubolon kepada VN mengatakan sebagai sala satu bank yang dipercayakan untuk membiayai kredit rumah, Bank NTT siap mendukung REI NTT mencapai target tersebut. Ia mengatakan, tahun 2017 pihaknya berhasil membiayai 300 lebih unit rumah yang dikredit masyarakat. Sedangkan tahun ini melalui Kementrian PUPR, pihaknya diberi kuota 853 unit. Ia menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa kajian untuk meloloskan pemohon kredit atau tidak. Yang pertama adalah penghasilan harus di bawah 4 juta rupiah. Yang kedua, pihaknya akan melihat besaran sisa penghasilan setelah di potong angsuran. Jika masih dinilai layak untuk membiayai kebutuhan dalam sebulan maka pihaknya akan meloloskan. Bagi yang berstatus PNS dan berusia tidak muda lagi, memang lama kredit juga akan semakin pendek karena memperhitungkan penghasilan masa depan jika pensiun nanti.

Kepada VN, ia juga mendukung agar BPHTB di NTT dihapus karena saat ini masih terlalu banyak masyarakat membutuhkan rumah layak namum terbebanai biayah tersebut. Untuk diketahui, masyarakat yang hendak membeli rumah bersubsidi dengan ukuran 3×6 meter persegi, total biayah baik uang muka, BPHTB, dan biayah administrasi lainnya mencapai 13 juta rupiah. Angka ini yang menjadi keluhan masyarakat selama ini.
REI EXPO TANPA UANG MUKA

Ketua Panitia, REI Expo, Chandra Santosa mengatakan, REI Expo saat ini sudah dibuka di Lippo Plaza Kupang dan rencanya berlangsung selama 10 hari atau sampai tanggal 17 Juni mendatang. Dalam REI Expo kali ini pihaknya memberikan kemudahan kepada pembeli tanpa yang muka. Uang muka yang biasanya mencapai 1,5 juta per unit tersebut sengaja ditiadakan oleh devoloper dalam ajang REI Expo ini demi membantu masyarakat. Untuk itu ia menghimbau masyarakat untuk tidak melewati moment tersebut dan segerah membeli rumah idaman. Dalam REI Expo kali ini pun lokasih perumahan yang ditawarkan berada di 36 titik seluruh NTT sehingga masyarakat bebas menilai. Adapun banyak kemudahan yang didapat dalam event tersebut sehingga patut untuk bergabung.