Rekrut Anak-Anak TTS, IRT Asal Makassar Diamankan

berbagi di:
perdagangan orang

 

Megi Fobia

HUSNIA (35), ibu rumah tangga asal Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, diamankan aparat gabungan Polres Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kodim 1621/TTS karena merekrut dan membawa anak-anak TTS, Nusa Tenggara Timur ke Makassar. Husnia berdalih anak-anak tersebut akan disekolahkan secara gratis dan dimasukkan ke panti asuhan. Husnia membujuk warga Kualin, Kabupaten TTS agar merelakan anak-anak mereka untuk dibawa ke Makassar.

Husnia diamankan personel gabungan di Batu Putih, Minggu (20/5), bersama seorang anak yang hendak dibawanya ke Kupang untuk selanjutnya ke Makassar, yakni Yeni Petrus alias YP (15).

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengatakan itu ketika dikonfirmasi VN melalui pesan WhatsAppnya, kemarin. Dia mengatakan bahwa Husnia sudah dimintai keterangannya di Polres TTS dengan dugaan melakukan human trafficking. Dia dijerat dengan ancaman pidana Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 10 dan atau pasal 17 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ia mengatakan pihaknya sudah memantau aktivitas Husnia di Desa Toineke, Kecamatan Kualin sejak Sabtu (5/5) lalu oleh anggota Kodim 1621/TTS dan anggota Polsek Batu Putih.

Saat itu, Husnia bertemu warga setempat menanyakan apakah ada anak-anak mereka yang ingin disekolahkan di Makassar, karena dirinya sedang mencari anak-anak untuk disekolahkan di Makassar. Di Makassar, anak-anak itu akan tinggal di panti asuhan milik kakaknya.

Husnia akhirnya bertemu dengan Markus Petrus, warga RT 13, RW 06, desa Tuafanu, Kecamatan Kualin. Saat itu Husnia menanyakan apakah Markus mau kalau anaknya dibawa ke Makassar untuk diberikan pekerjaan dan jika masih sekolah akan disekolahkan, dan markus menyetujuinya sehingga anak Markus bernama Yeni Petrus yang baru berusia 15 tahun dibawa oleh Husnia.

Selanjutnya pada Sabtu (19/5), Husnia membawa Yeni Petrus menuju Kupang yang selanjutnya akan ke Makassar, akan tetapi saat mobil yang ditumpangi tiba di Batu Putih, mereka ditahan oleh personel gabungan yang dipimpin Kapolsek Batu Putih Iptu Kamarudin bin Sabon dan Pasi Intel Kodim 1621/TTS Lettu Gunawan. Husnia dan korban diamankan dan dibawa ke Polres TTS.

Informasi yang dihimpun VN menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku human trafficking itu, bermula dari laporan Pdt Isak La’a kepada anggota Kodim 1621/TTS terkait keberadaan Husnia yang merekrut anak-anak untuk dibawa ke Makassar.

Aktivitas perekrutan anak-anak itu memang sangat mencurigakan dan tidak masuk akal. Sebab, sangat tidak mungkin sebuah panti asuhan yang jauh di Makassar kekurangan penghuni dan mencarinya sampai ke pedalaman TTS.
Usai mendapatkan informasi tersebut, anggota Kodim langsung bergerak melakukan pemantauan dan akhirnya menangkap Husnia. (mg-12/C-1)