Rektor Unflor Akui Ide VBL Brilian

berbagi di:
Rektor Unflor

 

 

Son Bara

Pemerintah tidak memanfaatkan secara baik berbagai kampus yang ada di NTT dalam mengkaji setiap program sebelum dijalankan. Itulah kenapa banyak program yang tidak berjalan secara maksimal.

Rektor Universitas Flores (Unflor), Prof Dr Stephanus Djawanai mengakui, ide dan gagasan yang dilontarkan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sangat brilian. VBL akan memanfaatkan kecerdasan orang-orang kampus dalam peningkatan pembangunan di NTT.

Sebagai orang kampus dia mengaku belum dimanfaatkan sebagai gudang ilmu dan orang pintar oleh pemerintah. Sebuah pembangunan kata dia hanya bisa berjalan dengan sukses jika lebih dulu dilakukan kajian dan penelitian.

Hal itu dikatakannya saat berdialog dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi ketika pasangan yang dikenal dengan Victory-Joss itu menyambangi Kampus Unflor, Senin (29/1).

“Ide yang disampaikan pak Viktor sangat brilian. Beliau sadar benar bagimana menempatkan orang yang memiliki ilmu pada tempat yang tepat dengan tujuan berhasilnya sebuah pembangunan. Ini adalah harapan baru bagi orang kampus dan akademisi,” kata Djawanai.

Djawanai juga menjelaskan bahwa Universitas Flores adalah masa depan pendidikan anak-anak yang ada di pulau Flores. Untuk itu Unflor harus menjadi harapan dan gudang pendidikan untuk masa depan anak-anak di Flores.

“Kampus ini adalah harapan anak-anak ekonomi menengah ke bawah sebab anak-anak yang orangtuanya mampu mereka kuliah diluar Flores seperti di Kupang dan Jawa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut dia juga berharap agar kunjungan Viktor Laiskodat dapat berlanjut dikemudian hari. “Harapan kami kepada pak Viktor agar ini bukan kunjungan terakhir tapi awal dari kunjungan-kunjungan selanjutnya demi NTT yang lebih baik,” ungkap Djawanai.

VBL mengatakan bahwa pembangunan di NTT harus dilaksanakan berdasarkan penelitian, sehingga sasaran pembangunan lebih terarah dan kena sasaran. Untuk itu, kampus harus menjadi ujung tombak dalam melakukan berbagai kajian dan penelitian tentang berbagai program dan kebijakan pemerintah ke depan.

“Kampus adalah gudangnya orang cerdas tapi tidak pernah digunakan untuk meramu berbagai kebijakan dan program lewat penelitian yang dilakukan secara ilmiah sehingga menghasilkan output yang terukur. Jika kami diberi kesempatan maka kampus harus lebih sibuk membantu pemerintah,” kata VBL.

Dia mengatakan, selama ini, pemerintah tidak memanfaatkan secara baik berbagai kampus yang ada di NTT dalam mengkaji setiap program. Itulah kenapa banyak program yang tidak berjalan secara maksimal. Setiap program tidak dikaji dan diteliti secara baik sebelum sebuah dijalankan.

“Jika kita manfaatkan orang-orang cerdas yang ada di kampus, maka program yang dijalankan pasti berjalan dengan baik karena telah dilakukan kajian dan penelitian oleh orang-yang berkompeten sesuai dengan disiplin yang dimiliki,” jelas VBL. (C-1)