Ribuan Warga Melepas Kepergian Adibu Amalo

berbagi di:
foto-hal-01-cover-040518-adibu-amalo-dimakamkan

 
Leksi Salukh

Ribuan warga Kota Kupang dan sekitarnya, Kamis(3/5) siang, melepas kepergian mantan Wali Kota Kupang pertama, Messak Yermias Amalo (Adibu Amalo) ke liang lahat. Ribuan orang hadir mengikuti seluruh proses pemakaman di rumah duka di Jalan Kemuning Nomor 1 Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ibadat pemakaman dipimpin Pdt Tera D Klaping dari Jemaat GMIT Kota Kupang. Sejumlah paduan suara, vokal group, bahkan pembacaan puisi-puisi mengenang almarhum, memberi warna tersendiri pada upacara pemakaman jenazah almarhum Adibu Amalo.

Pdt Tera dalam kotbahnya mengatakan, kehadiran manusia di muka bumi harus dimaknai secara baik agar bermakna baik bagi Tuhan dan sesama. Artinya perlu mengukir karya terbaik seperti yang dilakukan almarhum semasa hidupnya yakni merintis Kota Kupang sebagai Kota Administratif.

Perwakilan keluarga, Daud Amalo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama dengan almarhum semasa hidupnya. Almarhum Adibu Amalo, kata dia, merupakan sosok yang berperan penting dalam keluarga.

“Kami sebagai keluarga, baik anak, istri dan keluarga besar bangga terhadap almarhum, karena diumur 36 tahun sudah menjadi sosok perintis Kota Kupang,” katanya.

Dia mengisahkan almarhum merupakan sosok yang merangkul seluruh keluarga. “Pada bulan Januari 2018 almarhum memanggil kami semua untuk Natal bersama keluarga. Almarhum adalah sosok yang kami hargai karena peduli dengan keluarga.

Atas nama almarhum, Daud menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak apabila semasa hidupnya almarhum pernah melakukan kesalahan atau hal-hal yang tidak berkenan.

Proses pemakaman jenazah almarhum Adibu Amalo dilakukan secara kedinasan, diawali penyerahan secara simbolis pet jenazah dari keluarga ke Pemerintah Provinsi NTT. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Asisten I Setda Provinsi NTT, Mikael Fernandes dan komandan upacara Thomas Dagang.

Dalam sambutannya, Mikael Fernandes mengatakan, almarhum dikenal sebagai Kepala Wilayah Administratif Kota Kupang dan pada kepemimpinannya banyak kemajuan dialami Kota Kupang.

“Almarhum merupakan sosok pemimpin panutaan, pemimpin bertalenta, karena semasa hidupnya mendedikasikan diri untuk pembangunan Kota Kupang,” katanya.

Pemakaman mantan orang Nomor 1 Kota Kupang tahun 1987-1996 ini dihadiri mantan Bupati TTU, Gabriel Manek, mantan Wakil Gubernur NTT, Yohanes Pake Pani, mantan Wakil Wali Kota Kota Daniel Hurek, Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena, mantan anggota DPRD NTT, Ince Sayuna, Wali Kota Jefri Riwu Kore, dan sejumlah pejabat eselon II Kota Kupang seperti Esther Muhu, Ballyna Oey, Clamentina Soengkono, dr Retnowati, Camat Maulafa Lodowyk Djungu Lape dan sejumlah lurah di Kota Kupang. (lys/S-1)