Rombak Total Manajemen RSUD Johannes

berbagi di:
img-20190112-wa0026

 

Masalah demi masalah yang terus menggerus kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Prof Dr WZ Johannes, Kupang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengambil langkah tegas.

Selain bakal mencopot drg Dominikus Minggu Mere dari jabatannya sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur, Pemprov juga akan merobak total manajemen RS tersebut.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) menegaskan itu kepada VN di sela-sela melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit tersebut, Jumat (11/1) pagi.

“Selaku pimpinan saya sangat kecewa dan marah dengan managemen rumah sakit ini. Saya minta harus segera dibenahi dari sistemnya, SOP (standar operasional prosedur), terlebih setiap personalia (manajemen) yang ada di rumah sakit ini,” tegas JNS.

Ia memastikan, dua pekan ke depan, RSUD Johannes akan memeroses seleksi direktur yang baru. Dan akhir Januari, RSUD Johannes sudah memiliki direktur definitif. “Tunggu dua minggu lagi ya. Jadi menunggu akhir bulan sudah pasti ada direktur definitif. Mulai Senin saya melakukan seleksi calon direktur. Kurang lebih dua minggu proses seleksi direktur defenitif,” ucapnya.
Langkah Bijak
Terpisah, Direktris PIAR NTT Sarah Lery Mboeik menyambut baik sidak yang dilakukan Wagub JNS. Bagi Lerry, sidak yang dilakukan adalah langkah bijak untuk mengetahui secara langsung kondisi yang sebenarnya ada di RSUD Johannes.

Lery Mobeik yang sejak tahun 2001 lalu terus bersuara keras mempersoalkan pengelolaan manajemen RSUD Johannes yang ambrudul tersebut, mengaku deadline yang diberikan Wagub kepada managemen RSUD Johannes untuk segera memperbaiki sistem pelayanan dan kerusakan-kerusakan fisik gedung, adalah langkah maju.

“Ini keputusan yang sangat bijak untuk menyelamatkan RSUD dari keterpurukan selama ini. Karena kalau tidak segera dilakukan, kasian masyarakatnya,” tegasnya.

Terkait proses pengganti Direktur, Lerry juga berharap Pemprov NTT bisa segera menempatkan orang-orang yang tepat dan berintegritas agar bisa memberikan peningkatan pelayanan yang dalam melayani pasien. Masalah kedisiplinan dokter RSUD Johannes, menurut mantan anggota DPD RI periode 2009-2014 juga harus menjadi perhatian. Karena para dokter spesialis yang juga merupakan ASN Pemprov, lebih dikabarkan banyak bekerja di jam kerja di RS swasta.
“Para dokter spesialis di RSU itu juga harus lebih disiplin, dan jangan sampai terus memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit swasta dan mengabaikan pasien di rumah sakit umum tempat mereka mengabdi seharusnya,” tegas Lery.
Segera Perbaiki
Sementara itu, Wagub JNS kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Provinsi NTT, Jumat (11/1) siang, mengaku memberikan deadline kepada managemen RSUD Johannes untuk segera memperbaiki sejumlah kebocoran pada ruangan NICU dan menyelesaikan masalah komunikasi antarbagian, sehingga tidak terjadi ketimpangan pelayanan karena miskomunikasi.

“Saya sudah sidak ke rumah sakit pagi tadi, dan saya temukan di ruangan tidak ada obat. Tetapi di ruangan obat ada obatnya hanya beda nama obatnya. Jadi ini hanya kesalahan komunikasi dan saya langsung
perintahkan untuk dibenahi,” tegasnya

Wagub juga menekankan permasalahan lain yang harus segera diurus manajemen RSUD yaitu pengolahan limbah medis, agar tidak menjadi sumber penyakit bagi pasien, tenaga medis, dan juga masyarakat sekitar rumah sakit milik Pemprov NTT tersebut.

Mengenai jabatan Direktur yang masih dirangkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT saat ini (drg Dominikus Minggu Mere), Wagub JNS akan segera segera diisi, sekaligus dengan pengisian 37 pimpinan OPD sesuai dengan struktur OPD dalam Perda yang baru.

“Itu (kekosongan direktur) menjadi salah satu permasalahan yang akan segera kita atasi. Jadi saat ini pejabat eselon III dan IV sudah mengikuti ujian kompetensi berbasis CAT, dan pejabat eselon II juga akan segera kita proses dan kalau aturannya memungkinkan, akan kita lakukan tes kompetensi berbasis CAT juga,” tegasnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT Jimmy Sianto mengatakan, masalah hutang obat yang melilit RSUD Johannes akibat dari manajemen RSUD Johannes yang tidak fokus. “Saya sudah sampaikan kepada Pemerintah, baik itu Sekda Ben Polo Maing maupun langsung ke Pak Wakil Gubernur,” ujarnya.

Dia mengaku telah berdiskusi dengan Wagub JNS tentang kunjungan Komisi V DPRD NTT dan sidak Wagub kemarin pagi. “Kita tiba pada kesimpulan bahwa manajemen RS harus dibenahi total dan Pak Wagub berjanji bahwa dalam minggu ini akan menyelesaikan persoalan itu,” pungkasnya. (mg-01/mg-02/R-4)