RSUD Johannes Sudah Berikan Hasil CT Scan

berbagi di:
Yulens Koroh dan istri sedang menjaga putranya, Wiliam Koroh di ruang rawat inap Teratai RSUD Prof WZ Johannes-Kupang. Hingga Minggu (15/4), tangan dan kaki pasien sudah bergerak setelah beberapa hari tidak sadarkan diri.

Yulens Koroh dan istri sedang menjaga putranya, Wiliam Koroh di ruang rawat inap Teratai RSUD Prof WZ Johannes-Kupang. Hingga Minggu (15/4), tangan dan kaki pasien sudah bergerak setelah beberapa hari tidak sadarkan diri.

 

Polce Siga

William Koroh, pasien rujukan dari RSUD Seba yang saat ini dirawat di RSUD Prof WZ Johannes, Kupang, Nusa Tenggara Timur sudah memperoleh hasil Computerised Tomography (CT) Scan dari rumah rumah sakit setelah sepekan menanti. William melakukan pemeriksaan CT Scan pada 5 April, dan baru memperoleh hasil CT Scan pada 12 April 2018.

Ayah Wiliam Koroh, Yulens Koroh yang dihubungi VN, Minggu (15/4), mengatakan, hasil CT Scan itu diperoleh pada 12 April setelah dirinya mengadu ke YLKI dan Ombudsman NTT, juga diberitakan media massa.

Ditemui saat sedang menunggui anaknya di RSUD Johannes, kemarin, Yulens mengatakan sebenarnya ada sejumlah pasien lain yang juga mengalami nasib seperti William, yakni lama memperoleh hasil CT Scan, namun mereka tidak berani bersuara.

Setidaknya, kata Yulens, kasus ini menjadi pintu masuk untuk proses pembenahan dan perhatian dari pemerintah terkait lambatnya pembacaan hasil CT Scan di RSUD WZ Johannes.

“Jadi hasil CT scan itu langsung keluar pada saat itu (kunjungan tim Ombudsman NTT). Kalau untuk penanganan yang lain tidak masalah, cuma hasil CT Scan yang lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai hasil CT Scan, putranya itu mengalami gangguan di otak bagian belakang dan sudah dilakukan penanganan oleh dokter dengan memberikan obat antibiotik. Meski begitu, kesadarannya anaknya belum normal.

“Ya katanya ada ganggungan di otak bagian belakang, tapi sudah dikasih obat antibiotik. Belum sadar. Hanya tangan dan kakinya yang bergerak,” katanya.

Pasien Wiliam Koroh dirujuk dari rumah sakit di Sabu Raijua sejak Selasa, 3 April 2018. Wiliam Koroh telah mendapat pemeriksaan CT Scan pada Kamis, 5 April 2018 dan baru memperoleh hasil CT scan, Rabu 12 April 2018. Hasil CT Scan ini diperoleh dari pihak rumah sakit setelah pasien mengadu ke YLKI dan Ombudsman NTT, serta diberitakan media massa.

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton yang dihubungi VN tadi malam, membenarkan William telah memperoleh hasil CT Scan. Ia mengatakan saat kunjungan Ombudsman berkunjung ke pasien tersebut di RSUD Johannes, sebenarnya hasil CT scan sudah ada, namun belum diserahkan ke pasien.

“Saat kunjungan hasil CT Scan sudah selesai dan perawat ruangan diminta ambil di ruang radiologi,” katanya.

Darius menambahkan dengan jumlah dokter radiologi yang hanya satu orang di RSUD Johannes, maka tentu mengganggu pelayanan kepada pasien. Apalagi dalam sehari ada 20 pasien yang membutuhkan CT Scan.

“Kalau dengan jumlah hanya satu orang saja yang baca gambar CT scan, tentu waktu tunggunya menjadi sangat lama. Sehari katanya 20-angambar yang dibaca. CT scan berbeda dengan gambar USG yang bisa dibaca dengan cepat. CT scan gambar foto nya berbagai arah,” tandas Darius. (pol/D-1)