RSUD Kekurangan Obat Kanker sejak Desember

berbagi di:
foto-hal-01-cover-110119-kemoterapi-01

Komisi V DPRD NTT mengunjungi ruang kemoterapi RSUD WZ Johannes Kupang, Rabu (9/1) lalu. Foto Nahor Fatbanu/VN

 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. WZ Johannes, Kupang sejak pertengahan Desember 2018 lalu kekurangan dua jenis obat, yakni obat MESNA tablet dan standar stantin (khusus Kanker). Akan tetapi, sejak tanggal 7 Januari lalu, kedua jenis obat tersebut sudah tersedia di RS milik Pemprov NTT itu.

Namun, masalah kemudian muncul setelah obat tersedia. Alat yang khusus digunakan untuk mencampur obat-obatan kanker rusak, sehingga para pasien belum bisa dilayani dengan obat tersebut.

Demikian diungkapkan Aletha D Pian selaku Kabid Penunjangan dan Pelayanan, di ruang kerja Wadir Pelayanan RSUD Prof WZ Johannes dr Mina Sukri, Kamis (10/1).

Aletha menjelaskan, pihaknya sudah terbiasa berurusan dengan Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau pihak penyedia obat. Namun beberapa waktu lalu pihak, PBF melakukan blok karena belum dibayar.

“RS memang belum bayar di PBF, jadi kita tidak bisa memesan obat. Kami sudah sering kali berkoordinasi dengan kepala PBF. Tetapi mereka itu sistemnya di Pusat, jadi kalau kita belum bayar maka kita tidak bisa memesan obat,” terangnya kepada VN.

Sementara, Mina Sukri selaku Wadir Pelayanan RSUD Johannes, menjelaskan, Bidang Pelayanan hanya mengurus perawatan yang berkaitan langsung dengan pasien. Mulai dari pasien perawatan nginap, perawatan jalan, dan pasien perawatan lainnya.

Ia mengaku tidak tahu terkait utang obat RSUD yang belum dibayar ke PBF. Ia mengatakan tidak memiliki data jumlah utang yang belum dibayar ke pihak PBF.

“Kita ini kan punya tupoksi. Saya tidak memegang data itu. Ada memang pihak yang mengurus keuangan. Wadir Keuangan dan Umum yang mengurus itu,” tuturnya.

Mina mengungkapkan, pihaknya sedang membenahi pelayanan kesehatan di RSUD. Namun, sebagai manusia, tentu mempunyai kelemahan dalam memberikan pelayanan kesehatan. (mg-08/mg-01/paa/E-1)