RSUD Kupang Harus Dievaluasi

berbagi di:
RSUD W.Z. Johanes Kupang

 
Polce Siga

Sudah saatnya manajemen RSUD Prof WZ Johannes, Kupang dievaluasi total. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT itu dinilai lamban dalam mengajukan klaim pembayaran ke BPJS Kesehatan Cabang Kupang, yang menyebabkan pelayanan pasien terganggu.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jimmy Sianto saat memmimpin rapat Komisi V dengan manajemen RSUD WZ Johannes Kupang, dan BPJS Kesehatan Cabang Kupang, tadi malam. Menurutnya, antara RSU Kupang dan
BPJS harus saling mendukung dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam rapat bersama yang dihadiri Plt Direktur RSUD WZ Johannes Kupang, drg Domi Mere dan pimpinan BPJS Kesehatan Kupang, Jimmy meminta pihak RSUD Kupang untuk menyiapkan tenaga khusus yang menangani berkas pengajuan klaim pembayaran terkait pelayanan pasien BPJS. Apalagi dalam sebulan klaim ke BPJS bisa mencapai angka Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Dibutuhkan petugas khusus, sebab urusan pengimputan data saja tentu membutuh waktu lama dan juga ketelitian.

“Jalan-jalan lebih banyak di sana, lalu kemudian pekerjaan dibiarkan numpuk. Ini kalau RS swasta tidak jadi begini,” kritiknya.

Dia menilai para pegawai administrasi di RSUD Kupang tampaknya bekerja asal-asalan hanya untuk mendapatkan gaji setiap bulan, tanpa ada peningkatan kinerja sehingga banyak pekerjaan yang terbengkalai. Karena itu, dia meminta manajemen RSUD Kupang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja stafnya. “Ini harus dievaluasi Pak Dir dan ulang-ulang evaluasi. Kalau tidak kirim mereka ke Lembata atau ke Alor,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar urusan pengajuan berkas klaim pembayaran ke BPJS Kesehatan yang terlambat berbulan-bulan, tidak boleh terjadi lagi. Dia kembali menegaskan pentingnya koordinasi dan saling mengingatkan antara manajemen RSUD dengan pihak BPJS Kesehatan.
Butuh Komunikasi
Sementara itu, Plt Direktur RSUD WZ Johannes Kupang drg Domi Mere menjelaskan, dalam urusan klaim BPJS, pihaknya harus membutuhkan waktu yang cukup untuk perbaikan data bersama BPJS. Menurutnya, dengan sistem online saat ini, urusan klaim BPJS tidak lagi butuh waktu yang lama. “Ke depan saya benahi lebih baik lagi, tanggung jawab dengan bagi tugas,” kata Dominikus.

Ia mengatakan, ke depan akan mempercepat proses pengajuan klaim ke BPJS, terutama untuk obat-obatan penyakit kronis. Menurutnya, RSU Johannes merupakan rumah sakit besar, sehingga butuh pelayanan dan kerja sama yang maksimal.
Ke depan perlu ada komunikasi yang baik lagi antara BPJS Kupang dengan pihak rumah sakit. Karena itu, ke depan pihak BPJS Kupang menempatkan lagi petugas di RSUD Kupang.

“Teman-teman BPJS tempatkan satu tenaga bagi kami untuk diperbantukan di rumah sakit, maka akan percepat. sekarang tenaga semua sudah tarik,” katanya. (pol/H-2)