Ruas Jalan Lewoleba Atadei Rusak Parah

berbagi di:
Jalan rusak di Kabupaten Lembata. Foto: Hiero

 
Hiero Bokilia

Kondisi jalan di lintasa Lewoleba menuju Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT rusak parah. Jalur jalan yang lebih dikenal dengan sebutan poros tengah tampak berbatu dan berlumpur terutama di musim hujan. Aspal mulai terkikis di ruas jalan tersebut.

Kondisi ini menyulitkan mobilisasi warga dari dan ke Lewoleba.

Pantauan VN pada Kamis (30/11), hanya tampak sedikit aspal di ruas jalan dari Kota Lewoleba sampai ibukota Kecamatan Atadei di Kalikasa sepanjang kurang lebih 20 kilometer tepatnya di Taman Doa Uran, di wilayah Lite, Kecamatan Nubatukan. Setelahnya, jalan berbatu dan licin.

Pada titik tertentu tampak air menggenangi seluruh badan jalan dan memaksa para pengguna jalan ekstra hati-hati agar tak jatuh.

Jalan yang sebenarnya dapat ditempuh kurang lebih 30 menit itu akhirbya harus ditenpuh hingga satu jam. Pada titik yang rusak parah kendaraan harus mengantri untuk melintas. Jika mobil melintas maka pengendara sepeda motor harus menepi dan membiarkan mobil lewat.

Sekretaris Desa Ile Kimok Leonardus Boli mengakui kondisi ruas jalan Lewoleba-Atadei memang sangat memprihatinkan.

Kondisi jalan yang jelek dan rusak parah itu sangat menghambat arus lalu lintas dari dan ke Lewoleba.

Padahal, kata Boli, dari tahun ke tahun dalam setiap forum musyawarah perencanan pembangunan daerah (musrenbang) tingkat desa dan kecamatan, selalu diusulkan perbaikan jalan.

“Tapi masih seperti ini. Atadei tahun ini tidak ada perbaikan. Hanya dapat di jalur Waolomo sampai Batutonjo,” katanya.

Ia berharap, tahun 2018 nanti pemerintah bisa memperbaiki ruas jalan. Apalagi, pada 2018 nant PT PLN akan melakukan pengembangan jaringan listrik ke Atadei dan sangat dibutuhkan dukungan jaringan infrastruktur jalan yang dapat memudahkan mobilitas peralatan.

Sekretaris Camat Atadei Lambertus Charles Odel menjelaskan, 15 desa di Kecamatan Atadei masih sangat kesulitan akses dan mobilitas karena jalan yang masih rusak parah. Kerusakan jalan tersebut harus dipikirkan bersama untuk menjawab proses pembangunan.

Secara umum, lanjutnya, bebereapa segmen jalan mulai dibenahi, namun perlu keberlanjutan kegiatan peningkatan dalam bentuk pengaspalan. Karena, kondisi ruas jalan di Atadei pada beberapa segmen harus ditalangi dengan lantainisasi melalui komitmen bersama sekuruh aparat desa bersama masyarakat.

“Karena kalau tidak ada konitmen bersama seperti itu maka pada saat hujab desa-desa jadi terisolir,” katanya.

Dalam forum musrenbang, lanjutnya, penerintah kecamatan telah memunculkan usulan perbaikan jalan masuk dalan skala prioritas dan diharapkan dapat terjawab pada Tahuj Anggaran 2018 agar ruas jalan yang rusak tersebut dapat diperbaiki. (bev/ol)