SBY: Tuduhan Soal KTP-el Serius

berbagi di:
SBY saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

SBY saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016).
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

 

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal tudingan Mirwan Amir, bekas anak buahnya di Partai Demokrat. Mirwan menuding SBY tak mau menghentikan proyek KTP berbasis elektronik (KTP-el). Tudingan itu terlontar saat Mirwan menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto.

“Menuduh saya seperti itu sangat serius,” kata SBY dalam rekaman yang diterima¬†Medcom.id, Rabu, 31 Januari 2018.

Dalam rekaman hampir sembilan menit itu, SBY menjawab pertanyaan sejumlah orang. Medcom.idbelum mengetahui di mana dan kapan percakapan SBY dengan orang-orang itu berlangsung. Belum juga diketahui siapa yang mengajukan pertanyaan. Namun, hampir bisa dipastikan jika suara yang menjawab pertanyaan itu keluar dari mulut Presiden keenam RI.

“Selama 10 tahun (saya memimpin), wajib bagi saya menjalankan amanah undang-undang dan program pemerintah. Salah satunya (proyek) KTP-el,” SBY melanjutkan.

SBY memastikan ada payung hukum saat dirinya meminta bawahan melanjutkan proyek KTP-el. “Implementasinya ada, keppresnya ada, siapa dewan pengarahnya, sampai (siapa) pelaksana yang paling rendah di lapangan.”

Menurut dia, tak mungkin seorang presiden ceroboh dalam mengambil keputusan. Menurutnya, seorang presiden diamanahi untuk mengurus pemerintahan. “Saya tak terima dibeginikan,” ujar ketua umum Partai Demokrat itu.

Sangat politis

SBY mencium kesaksian Mirwan di persidangan amat politis. “Saya mengerti mana yang yuridis dan mana yang politis. Kalau tiba-tiba tak ada angin dan tak ada hujan (Mirwan menuding), menurut saya itu politis. Bisa saja ingin merusak nama baik saya dan Demokrat karena Pemilu 2019.”

Meski begitu, SBY tak buru-buru menunjuk nama. Dia juga tak melihat ada upaya dari Setya Novanto ingin menyudutkannya. “Saya tak yakin ini skenario Pak Setya Novanto,” kata dia.

Saat dikonfirmasi mengenai pernyataan SBY ini, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan tak menampik. Ia menyatakan ada upaya menjatuhkan SBY dan Partai Demokrat dari kesaksian Mirwan Amir.

Namun, Syarief tak mau buru-buru berkomentar mengenai sikap SBY dalam rekaman yang diterima¬†Medcom.id. “Saya mau mendengarkan terlebih dulu,” ujarnya.

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el pada 25 Januari 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghadirkan Mirwan Amir. Saat itu, Mirwan menyebut proyek tersebut merupakan kepentingan pemerintahan SBY.

Mirwan menyatakan SBY menyuruh proyek KTP-el dilanjutkan walaupun sudah tercium ada polemik. Mirwan mengatakan awalnya pengusaha Yusnan Salihin menyampaikan kalau proyek KTP-el bermasalah. Yusnan juga sempat mengirimkan surat yang ditujukan kepada pemerintahan era SBY.

Berselang beberapa waktu, Mirwan menghadiri sebuah acara di Cikeas, kediaman SBY. Saat itu, Mirwan memberitahu supaya proyek dihentikan. Namun, SBY ingin proyek tetap berlanjut.
“Tanggapannya dari Bapak SBY bahwa ini kita untuk menuju pilkada, jadi proyek ini diteruskan,” ujar Mirwan. (Medcom.id)