Simpai Nabas Jadi Bapak Olahraga NTT

berbagi di:
Barnabas Ndjurumana atau Simpai Nabas (ketiga dari kiri setelah Gubernur NTT Frans Lebu Raya) saat mendampingi para atlet Kempo NTT berlaga di Amerika Serikat.

Doni Moni

 

 

 
Atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang tulus sampai akhir hayatnya dalam memajukan oleharaga kempo NTT, hinggap meraih prestasi tingkat dunia, almarhum Barnabad nDjurumana (Simpai Nabas) dinobatkan sebagai Bapak Olahraga NTT.

 
Demikian penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT yang disampaikan Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni di gedung KONI NTT saat menerima jenazah Simpai Nabas sebelum diberangkatkan ke Sumba, Jumat (11/8).

 
Wagub Benny menegaskan bahwa gelar sebagai Bapak Olahraga NTT diberikan oleh Pemprov NTT sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa almarhum membangun olahraga kempo di NTT sejak awal sampai para kenshi NTT memperoleh prestasi tertinggi di tingkat dunia.

 
“Pemerintah dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan limah terima kasih kepada almarhum yang telah berjasa melalui hasil karyanya dalam memajukan olahraga kempo dimana para atlit kempo NTT selalu mendulang prestasi di setiap event, baik skala nasional maupun internasional.

 

 

Regenerasi Atlet Kempo
Sementara itu, salah satu pengurus Perkemi Pusat, Benny Sukarwanto mengatakan, dedikasi, konsinstensi yang diberikan almarhum Simpai Nabas dalam memajukan olahraga bela diri kempo di NTT sangat diapresiasi oleh Perkemi Pusat. Simpai Nabas tidak hanya bicara tetapi ditunjukkan dengan tindakan nyata melalui pengorbanan tenaga, waktu, dan bahjan jiwa raganya untuk kempo.

 
Pengabdian sampai akhir hayat itu dibuktikan Simpai Nabas melalui tekadnya mendampingi kontingen kempo NTT dalam laga di Kejuaraan Dunia Kempo di San Mateo, San Fransisco, Amerika Serikat. Dan, dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, Simpai Nabas menghembuskan nafasnya yang terakhir di atas pesawat Cathay Pasific dalam penerbangan dari Califirnia-Hongkong.

 
Dikatakannya, pembentukan karakter atlet kempo dilakukan Simpai Nabas dengan penuh dedikasi. Terbukti lahir atlet-atlet kempo NTT yang tangguh di setiap tingkatan.

 
Regenerasi atlet kempo dilakukannya dengan baik, yang harus menjadi contoh pembinaan atlet kempo NTT ke depan. “Almarhum telah berhasil memberikan teladan bagi para kenshi NTT, mulai dari tingkat paling bahwah hingga paling tinggi. Teladan ini harus dijadikan sebagai contoh oleh pengurus perkemi daerah lain di Indonesia.

 
Dengan dinobatkan Simpai Nabas sebagai Bapak Olahraga NTT, maka Perkemi Pusat pun akan mengusulkan beberapa tempat latihan untuk diberi nama almarhum. Hal ini untuk mengingatkan masyarakat dan juga seluruh insan kempo di Indonesia atas keberhasilan almarhum membina olahraga kempo.

 
Perkemi Pusat akan membahas rencana tersebut dengan pihak-pihak terkait. Almarhum, lanjutnya, pantas mendapatkan penghargaan karena mengabdikan seluruh hidupnya untuk kempo.

 
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI NTT Andre Kore mengungkapkan, dengan ditetapkannya Simpai Nabas sebagai Bapak Olahraga NTT, memotivasi cabang olahraga lainnya untuk mencontoh kemajuan yang dicapai cabang olaharaga kempo di NTT.

 
Perkemi Pusat, demikian Andre, mengakui pola pembinaan atlet kempo yang dilakukan oleh almarhum. “Almarhum sudah pergi untuk selamanya, namun prestasi dan hasil karyanya akan terus dikenang masyarakat NTT,” katanya.

 
Menurut Andre, Simpai Nabas telah mengajarkan bahwa kemajuan cabang olahara bisa dicapai jika diurus dengan hati, penuh dedikasi, dan bukan hanya jabatan yang diincar. Bagi almarhum Simpai Nabas, katanya, bukan jabatan yang diutamakan namun loyalitas, bahkan totalitas pendampingan yang diberikan demi kemajuan cabang olahraga yang dibina.

 

 

Simpai Nabas Cup
Dikatakannya, penganugerahan sebagai Bapak Olahraga NTT itu akan dikukuhkan dengan SK Gubernur NTT. Untuk mengenang jasa almarhum, katanya, ke depan kejuaraan kempo di NTT akan digelar untuk memperebutkan Simpai Nabas Cup atau Barnabas nDjurumana Cup. Hal ini sama seperti El Tari Memorial Cup, yakni turnamen sepakbola yang didedikasikan untuk mengenang jasa Gubernur El Tari.

 
Disaksikan VN, acara pelepasan jenazah Simpai Nabas untuk diantar ke Sumba, kemarin, dilakukan dalam upacara resmi di rumah duka dimana Wagub Benny Litelnoni bertindak sebagai inspektur upacara. Usai upacara resmi itu, peti jenazah diusung keluar rumah duka oleh personel Satpol PP Kabupaten Kupang, dan diserahkan kepada para simpai di luar rumah duka untuk dimasukkan ke dalam mobil jenazah dan diarak ke gedung KONI NTT sebelum dibawa ke Bandara El Tari untuk diterbangkan ke Sumba Timur. (mg-11/H-2)