Soliditas Kodim dan Polres Sumba Timur Harus Dipertahankan

berbagi di:
kunjungan-pangdam-ix-ke-polres-sumba-timur-5

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Benny Susianto didampingi Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi berjalan di atas karpet merah yang dibentang personel Polres dalam menyambut kunjungan jenderal bintang dua itu di Mapolres Sumba Timur, Rabu (18/7) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

 

Frangky Johannis

PANGLIMA Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Benny Susianto mengharapkan soliditas antara prajurit TNI Kodim 1601/Sumba Timur dan personel jajaran Polres Sumba Timur yang selama ini sudah dibangun, terus dijaga dan dipertahankan.

Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto
saat bertatap muka dengan jajaran Polres Sumba Timur dalam kunjungannya ke wilayah itu, Rabu (18/7) petang.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di aula Jananuraga Polres Sumba Timur itu, Susianto menyampaikan bahwa perwujudan dari Soliditas TNI-Polri bukanlah suatu retorika belaka karena sudah diimplementasikan oleh Kodim 1601/Sumba Timur dan personel jajaran Polres Sumba Timur.

Menurutnya, institusi apapun tidak akan mampu memecahkan suatu permasalahan tanpa adanya soliditas dan sinergisitas. Sehingga, dengan soliditas yang terbangun ini, tentunya akan tercipta sinergisitas antara dua institusi ini dalam memecahkan berbagai persoalan masyarakat maupun masalah internal.

“Saya sangat berharap kekompakan antara TNI-Polri, juga dengan perangkat–perangkat daerah lainnya dapat terjaga. Sehingga, masyarakat yang melihat kekompakan kita, yakin akan tercipta situasi yang kondusif. Situasi kondusif merupakan salah satu indikator keberhasilan TNI-Polri menjaga keamanan, ketertiban, dan ketahanan negara,” kata Pangdam.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara berkembang menghadapi empat ancaman masuknya politik internasional, di antarnya gejolak kawasan, kejahatan yang terorganisir, ideologi asing, dan ancaman di bidang sosial lainnya. Sehingga, menuntut TNI-Polri harus bekerja keras untuk mampu menyelesaikan permasalahan–permasalahan yang muncul karena keempat ancaman tersebut merupakan hal yang sering mewujudkan ketidak stabilan.

Lebih lanjut, Benny mengatakan hasil survey berbagai lembaga menempatkan institusi TNI, Polri, dan KPK mendapatkan urutan teratas institusi yang dipercaya oleh masyarakat.
Terkait sering terjadinya gesekan antara TNI-Polri dalam pelaksanaan tugas di masyarakat, selama ini selalu diselesaikan dengan baik.

“Jika terdapat persoalan di lapangan, itu merupakan suatu hal yang biasa, namun yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyelesaikan persoalan tersebut secara baik. Oleh karena itu, antar pimpinan seperti Kapolres dan Dandim harus kompak karena pimpinan merupakan cerminan bagi anggota,” imbuhnya.

Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi dalam paparannya mengatakan, kekompakan dan sinergisitas TNI-Polri di Kabupaten Sumba Timur dilaksanakan melalui olah raga bersama, membangun Pos Kamling tiga Pilar (Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan aparat pemerintahan), pengamanan hari raya besar keagamaan di tempat-tempat ibadah, kunjungan muhibah, perayaan HUT personel, dan yang terakhir dilaksanakan adalah patroli bersama pengamanan pelaksanaan pemilihan Gubernur NTT pada sejumlah TPS di Kota Waingapu dan sekitarnya.

Victor mengatakan, masyarakat Sumba Timur mendukung sepenuhnya keutuhan TNI–Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Hal tersebut dibuktikan masyarakat memberikan dukungan dengan membangun 253 Pos Kamling yang sudah diresmikan.

“Semoga implementasi nyata soliditas TNI–Polri ini ke depannya terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kapolres. (bev/ol)