Tagana Dinsos Bangun Tenda dan Dapur Umum

berbagi di:
Wakil Wali Kota Kupang saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung dan tenda darurat untuk para korban di Liliba, Kota Kupang, NTT, Jumat (1/3). Foto: Kekson Salukh/VN

Wakil Wali Kota Kupang saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung dan tenda darurat untuk para korban di Liliba, Kota Kupang, NTT, Jumat (1/3). Foto: Kekson Salukh/VN

 
Kekson Salukh

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi NTT, drg Iin mengatakan selain membuka tenda, Tagana Dinsos NTT juga membuka dapur umum untuk korban bencana puting beliung di Liliba Kamis, 28/2).

“Yang korban kan banyak anak kos-kosan juga kan jadi kami membuka dapur umum agar biar mereka bisa makan dan minum di sini. Mereka yang kaya pasti makan di luar bisa, tetapi anak kos yang hidup pas-pasan pasti butuh makan, makanya kita harus bantu,” katanya.

Tagana Dinsos Provinsi juga melakukan pendataan jumlah korban. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan gudang Dinsos NTT untuk menurunkan terpal untuk menutup bangunan yang tidak beratap lagi, serta peralatan dapur.

Wakil Wali Kota Kupang saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung dan tenda darurat untuk para korban di Liliba, Kota Kupang, NTT, Jumat (1/3). Foto: Kekson Salukh/VN
Wakil Wali Kota Kupang saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung dan tenda darurat untuk para korban di Liliba, Kota Kupang, NTT, Jumat (1/3). Foto: Kekson Salukh/VN

 

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man yang diwawancarai VN di lokasi kejadian mengatakan pihaknya telah melakukan assassment bersama tim dari Dinas Sosial, BPBD, PMI, Basarnas, TNI dan Polri di lapangan. Penanganan awal awal akan dibangun tenda dan dapur umum bagi korban angin puting beliung.

Sedangkan rumah atau kos-kosan yang atapnya rusak tetapi bangunannya tidak roboh, akan diberikan bantuan terpal untuk penanganan sementara.

“Bantuan makanan dan minuman pun malam ini (tadi malam) akan diturunkan ke lokasi. Kita bersyukur bantuan dari provinsi langsung turun. Tenda kita bangun untuk menampung masyarakat maupun mahasiswa yang tidak ada tempat tinggal untuk nginap,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat dan penghuni kos-kosan yang mengalami musibah untuk sementara menginap di gedung Bapelkes maupun tenda posko yang dibangun Dinas Sosial Provinsi NTT maupun Dinsos Kota dan BPBD. (mg-10/E-1)