Tahun 2018, ada 41 Kasus DBD di Ende

berbagi di:
demam berdarah

 
Son Bara

Sepanjang 2018 terjadi 41 kasus DBD di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sislaus Bendu kepada VN di ruang kerjanya, Senin (7/1) mengatakan sejauh ini belum ada kasus DBD di tahun 2019.

41 kasus DBD yang terjadi di Kota Ende itu tersebar di Kecamatan Ende Tengah 13 kasus, Ende Selatan 8 kasus. Sedangkan Kecamatan Ende Timur dan Ende Utara masing-masing dua kasus.

“Kami rutin lakukan sisialisasi terkait bahaya DBD. Selain sosialisasi, kami juga melakukan fogging atau pengasapan sesuai protap,” jelas Bendu.

Tahun ini, pihaknya bertekad menekan kasus DBD di Ende melalui berbagai langkah pencegahan. “Kami tentu berharap agar masyarakat juga melakukan pencegahan dini dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Apalagi saat ini masuk musim pancaroba, dimana potensi berkembangnya jentik nyamuk sangat besar. Telur nyamuk yang selama ini mengering jika terkena air maka dengan sendirinya menetas. Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat untuk membudayakan gerakan 3 M plus, yakni menguras, menutup, mengubur dan membakar sampah atau barang yang memungkinkan terjadinya pengembak biakan nyamuk,” kata dia.

Sementara itu di Kabupaten Manggarai Barat, serangan DBD sejak November hingga Desember 2018 menyebabkan ratusan orang terkena penyakit menular ini. Di RSUD Marombok saja, pasien yang dirawat mencapai 404 orang dan dua meninggal dunia. Data ini belum termasuk pasien DBD yang dirawat di RS Siloam Labuan Bajo dan di puskesmas-puskesmas. (mg-08/mg-15/tia/R-2)