Tahun 2019 Pemkab Berupaya Selenggarakan Tiga Kali Turnamen

berbagi di:
Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka turnamen Palapang Njara Bupati Cup 2018 di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Rabu (10/10). Foto: Frangky Johannis/VN

 

Frangky Johannis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur akan berupaya menyelenggarakan minimal tiga kali turnamen Palapang Njara (pacuan kuda) di tahun 2019.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora ketika membuka turnamen Palapang Njara Bupati Cup 2018 di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Rabu (10/10).

Menurutnya, Palapang Njara merupakan olah raga rakyat warisan budaya leluhur yang sangat mendukung sektor pariwisata, sekaligus menunjang peningkatan ekonomi sebagian masyarakat Sumba Timur, khususnya para peternak kuda.
Tahun 2018 ini palapang njara hanya dilakukan satu kali karena keterbatasan dana akibat defisit yang dialami pemerintah dalam membiayai program dan kegiatan.

“Tahun-tahun sebelumnya pemerintah melaksanakan palapang njara minimal dua kali setiap tahun, namun akibat keterbatasan anggaran, maka tahun ini pemerintah dan DPRD hanya bisa mengalokasikan dana untuk satu kali event saja. Tahun 2019 kita akan upayakan tiga kali event palapang njara,” kata Gidion.

Menurutnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sangat memberikan apresiasi terhadap palapang njara di Sumba Timur dan sudah memberikan signal akan melaksanakan kegiatan tingkat provinsi dan juga event Victory News Cup tahun 2019 di Sumba Timur.

Selain itu, kata Gidion, Pemkab dan DPRD juga akan mengupayakan penambahan anggaran pelaksanaan palapang njara, agar tahun depan itu minimal ada tiga event palapang njara yang dilaksanakan di Sumba Timur.
Ia berpesan agar dalam turnamen Palapang Njara Bupati Cup 2018 ini para pemilik kuda, joki, dan panitia penyelenggara dapat menunjukkan sikap sportivitas dan objektivitas, sehingga pelaksanaan event ini berjalan dengan baik.
Dilaksanakan Lebih Awal
Ketua Komisi B DPRD Sumba Timur Domi Kahewamarak meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Pengkab Pordasi Kabupaten Sumba Timur sebagai panitia penyelenggara harus lebih awal melaksanakan palapang njara tahun 2019.

Menurutnya, pelaksanaan yang dapat dikatakan terlambat tahun ini bisa dimaklumi karena dinas fokus selenggarakan event nasional Parade 1001 Kuda dan Festival Tenun Ikat. Namun, ke depan harus dilaksanakan lebih awal karena kuda-kuda pacu asal Sumba Timur mampu menarik perhatian pecinta kuda pacu dari daratan Timor, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Percuma saja kalau dilaksanakan terlambat seperti saat ini, di mana kegiatan yang sama juga sudah dilaksanakan di Sumba Barat dan Sumba Tengah. Kalau terlambat maka para pecinta kuda pacu dari luar sudah membeli di Sumba Barat dan Sumba Tengah yang lebih dahulu melaksanakan pacuan, sehingga harapan masyarakat Sumba Timur menjual kuda pacu dengan harga yang lebih tinggi sudah sirna,” kata dia.

Ia berharap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Pengkab Pordasi Kabupaten Sumba Timur lebih kreatif menggandeng sponsor, sehingga event palapang njara lebih banyak lagi dilaksanakan untuk mengobati kerinduan para pencinta dan pemelihara kuda pacu di Sumba Timur.

Kabag Ops Polres Sumba Timur Kompol Abdullah Paoh yang mewakili Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi meminta kepada para pemilik kuda, joki, penonton, dan panitia penyelenggara dapat menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan event ini.

“Di Sumba Timur palapang njara dilaksanakan setiap tahun dan minimal dua kali dan diikuti tak hanya kuda dari daratan Sumba saja, tetapi ada juga dari daratan Timor dan NTB, sehingga sebagai tuan rumah harus menjaga keamanan dan ketertiban, agar para tamu respek dan tetap datang ikut turnamen di sini,” kata Abdullah. (bev/ol)