Tak Mau Asal-Asalan, Gubernur Batalkan Penyelenggaraan Tour Di Timor

berbagi di:
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTT Beni Wahon dan Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Ronny Fernandez, EO Event Henry Bulan dan Igo Kleden saat memberi keterangan di Denpasar Minggu (4/11) petang lalu terkait pelaksanaan Tour Di Timor.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTT Beni Wahon dan Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Ronny Fernandez, EO Event Henry Bulan dan Igo Kleden saat memberi keterangan di Denpasar Minggu (4/11) petang lalu terkait pelaksanaan Tour De Timor.

 
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membatalkan pelaksanaan Tour di Timor (TdT) tahun 2018.

“Banyak pertimbangan, dan belum memenuhi apa yang saya inginkan. Jadi saya tunda dulu,” kata Viktor usai sidang paripurna di DPRD NTT, Jumat (16/11).

Menurut VBL, pemerintah harus mempersiapkan dan mendesain secara baik, sebelum digelarnya TdT tersebut. “Kita harus desain sendiri. Persiapannya seperti apa? Event organizer (EO) harus ada di dalamnya. Namanya TdT, sehingga bagaimana budayanya. Semuanya harus dipersiapkan secara baik.

“Tidak mungkin event ini dibuat asal-asalan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu mengakui TdT yang harus digelar bulan ini untuk sementara ditunda sambil melakukan perbaikan dan pembenahan. \

“Sesuai arahan Gubernur, tahun ini ditunda dulu. Sambil kami benahi,” katanya.

Untuk pelaksanaan ke depannya, pihaknya akan melakukan persiapan yang matang, seperti budayanya, ekonomi sehingga iven ini bisa berdampak bagi masyarakat. “Masyarakat harus uga mendapat nilai tambah dari iven ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTT Beni Wahon menggelar jumpa pers di Denpasar, Minggu (4/11) mempromosikan Tour Di Timor. Soft Launching Tour Di Timor telah digelar di Bali, Sabtu (3/11) di pelataran Lippo Mall Kuta, lewat acara ENTEF 2018.

Dalam jumpa pers tersebut Beni mengatakan touring sepeda dengan tema Tour Di Timor bertujuan memperkenalkan destinasi wisata di Pulau Timor melalui sport tourism. Dimana peserta akan bersepeda melintasi sejumah Kabupaten sambil mengunjungi beberapa destinasi. “Berbeda dengan Tour De Flores yang mengedepankan race atau ada unsur lombanya, tour di Timor lebih menekankan bersepeda santai sambil tour jadi tidak mencari pemenang,” katanya.

Titik start dimulai di Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Diawali di depan kantor bupati Malaka peserta akan melalui Bendungan Roti Klod. Dari Malaka peserta akan bertolak ke Kabupaten Belu untuk mengunjungi pos lintas batas negara Motaain.

Pos tersebut merupakan pos perbatasan antara Republik Indonesia dan Timor Leste. Tour Di Timor berlangsung pada 4 sampai dengan 8 Desember 2018.

Disparekraf juga langsung menindaklanjuti dengan rakor di Aula kantor tersebut pada Selasa (6/11). Rakor dipimpin Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata NTT Eden Klakik, dan sejumlah Kadis Pariwisata atau Kabid Pariwisata se-daratan Timor. Hadir pula dari Polda NTT dan Korem 161/Wira Sakti. (mg-02/ntc/tnb/C-1)