Tas Unik dari Kelurahan Naimata

berbagi di:
Contoh tas dari tali kur

Inilah hasil kerajinan warga Naimata berupa tas yang terbuat dari tali kur.

 
Para ibu dari Kelurahan Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sedang fokus menghasilkan berbagai produk kerajinan tangan terutama tenunan anyaman dari daun lontar dan anyaman dari tali kur.

Lurah Naimata Melianus Benggu kepada VN akhir pekan lalu mengatakan pihaknya saat ini fokus mendampingi dan membantu para ibu memperkenalkan produk tas dari tali kur .

“Kerajinan ini belum pernah saya lihat di Kota Kupang. Kerajinan ini sangat bagus, saya berencana untuk memperkenalkannya kepada masyarakat dan pemerintah agar bisa membantu pengrajin dalam memasarkan hasil kerajinannya dan membantu dalam bahan kerajinan,” ujarnya.

Sebagai bentuk motivasi, ia meminta para pengrajin mempromosikan tas tali kur di etalase yang ada di kantor lurah.

“Kalau tamu datang mereka bisa lihat dan beli,” ujarnya.

Selain tas dari tali kur, para ibu juga bisa menenun dan membuat aneka kerajinan tangan dari sampah.

Pengrajin tas dari tali kur, Ester Kamusba mengaku sudah dua tahun menekuni ketrampilan ini. Ester bahkan sudah memiliki surat izin dan sertifikat pelatihan.

Saat ini, Ester membutuhkan akses pasar dan tempat untuk bisa menjajakan hasil kerajiannya.

Sementara salah satu penenun di Kelurahan Naimata Antonia Huki mengatakan sudha menenun selama 21 tahun. Sarung dan selendang bermotif Sabu, Rote dan Timor sudah mampu ia hasilkan.

Antonia membutuhkan satu sampai tiga minggu untuk menghasilkan sebuah tenunan.

Ia mengaku kendala yang dihadapi yakni bahan tenun dan tempat menjual tenunan.

“Jika tidak memiliki uang untuk membeli bahan menenun, kami tidak dapat menenun. Selama ini hasil tenunan juga dijual secara bebas sebab kami tidak memiliki tempat untuk memasarkan hasil tenunan tersebut,” jelasnya.

Pekerjaan ini awalnya dikerjakan secara individu, namun adanya perhatian dari pemerintah sehigga dibuat dalam bentuk kelompok. Satu kelompok tenunan beranggotakan 10 orang. Walaupun berbentuk kelompok, bahannya masih dibeli sendiri-sendiri.

Tenunan dijual Rp 500.000 -Rp 750.000 tergatung jenis benang dan kerumitan motif tenunan.