Telkom Shut Down Satelit Telkom 1

berbagi di:
Direktur Utama PT Telkom Alex J Sinaga

Keterangan Foto : Direktur Utama PT Telkom Alex J Sinaga

 

Direktur Utama PT Telkom Alex J Sinaga memastikan satelit Telkom 1 yang mengalami gangguan sejak Jumat (25/8), sekitar pukul 16.51 WIB, tidak dapat dioperasikan kembali. “Hasil terkini dari investigasi yang dilakukan secara intensif oleh Telkom bersama Lockheed Martin, selaku pabrikan satelit Telkom 1, menyatakan bahwa satelit itu tidak dapat dioperasikan kembali,” ujar Alex di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (30/8). Ia menjelaskan, berdasarkan analisis mendalam, diketahui bahwa satelit tersebut sudah tidak berfungsi normal sehingga pihak Lockheed Martin merekomendasikan agar dilakukan proses shut down untuk satelit Telkom 1.

“Ini dilakukan juga untuk menghindari interferensi dengan satelit lain,” tutur dia. Total pelanggan satelit Telkom 1 tercatat sebanyak 63 pelanggan dengan alokasi 29,26 transponder equivalent (TPE) dan jumlah site mencapai lebih dari 15 ribu. Dengan tidak berfungsinya satelit Telkom 1, Alex mengatakan Telkom akan mengawal ketat agar peluncuran satelit Telkom 4 dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan fokus utama dari penyelesaian masalah satelit Telkom 1 untuk saat ini ialah merampungkan perpindahan layanan ke satelit lain.

Kominfo juga akan membantu Telkom dalam hal administrasi serta koordinasi dengan ITU (International Telecomunication Union). Hal itu dilakukan untuk mengamankan slot orbit yang ditinggalkan Telkom 1. ia khawatir slot orbit yang kosong akan diisi satelit milik negara lain bila administrasinya tidak diurus. “Kami optimistis bantuan untuk mengamankan slot tersebut akan diberikan oleh ITU mengingat hubungan baik Indonesia dengan ITU yang selama ini telah dijalin,” ujar Rudiantara.

Pemulihan ATM

Akibat permasalahan yang terjadi di satelit Telkom 1, layanan sejumlah kantor kas perbankan dan anjungan tunai mandiri (ATM) terganggu. Direktur Bank BCA Susanto mengatakan pihaknya telah memutuskan akan mengalihkan jaringan telekomunikasi ke satelit yang lain.

“Sekitar 5.000 sekian ATM yang terkena dampak dari satelit Telkom 1, semuanya dipindahkan ke satelit Measat 3 Malaysia, Telkom 3S, dan APSTAR5 (Telstar 18). Kami sudah komitmen dengan vendor-vendor untuk repointing dari Telkom1 ke tiga satelit baru tersebut,”

Pihaknya menargetkan sebanyak 200 ATM per hari akan dipulihkan selama dua hingga tiga pekan mendatang.

Terkait dengan keamanan data nasabah, Susanto mengatakan tidak perlu khawatir sebab sistem enkripsi terjaga. “Aman karena tidak ada data yang dikirim dalam telekomunikasi. Security end to end dari atm ke host BCA,” tandas Susanto.
(Try/E-1)

Sumber: Media Indonesia