Tersangka Korupsi KTP-el Ajukan Jadi Justice Collaborator

berbagi di:
Jubir KPK, Febri Diansyah

 

 

Tersangka kasus korupsi KTP berbasis elektornik (KTP-el) Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo (ASS), mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau tersangka yang bekerja sama. Pengajuan JC itu telah diterima penyidik sejak pertengahan Januari 2018.

“Hal ini bisa dipandang sebagai langkah positif, dengan catatan pengajuan tidak dilakukan setengah hati. Karena, jika tidak memenuhi seluruh persyaratan tentu JC tidak dapat dikabulkan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018.

Febri mengatakan, jika JC dikabulkan, maka tuntutan jaksa terhadap Anang akan lebih rendah dari ancaman hukuman sesuai pasal yang disangkakan. Anang diancam hukuman maksimal 20 tahun hingga penjara seumur hidup.

“Jika JC dikabulkan, maka tuntutan lebih rendah bisa diberikan. Hakim akan mempertimbangkannya sebagai faktor meringankan. Jika terbukti bersalah, narapidana akan mendapatkan pemotongan masa tahanan (remisi) dan lainnya,” ujar dia.

Febri mengungkapkan pemberian remisi terhadap tahanan diatur dalam Pasal 34A PP 99 Tahun 2012 tentang Pemberian Remisi. Salah satu syarat pelaku korupsi menerima remisi yakni bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya.

Tak hanya remisi, permohonan JC pelaku korupsi yang dikabulkan bisa dibebaskan dengan syarat sudah menjalani 2/3 masa pidana. Febri mengingatkan Anang agar serius mengakui perbuatannya, khususnya membuka aktor-aktor besar di balik megakorupsi yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

“KPK akan mempertimbangkan lebih lanjut apakah JC akan diterima atau tidak. Konsistensi ASS akan dicatat,” katanya. (Medcom.id)