Tiba di Bali, Bos IMF Tanam Terumbu Karang

berbagi di:
foto-hal-11-christine-lagarde-tanam-terumbu-karang-edisi-081018

 

 
Menjelang Pertemuan Tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB), bos IMF Christine Lagarde yang sudah tiba di Bali mengisi kegiatan awalnya di pesisir laut Bali. Lagarde mengikuti acara penanaman terumbu karang (coral replanting) di pesisir pantai Benoa, Bali.

Dikutip dari keterangan Bank Indonesia (BI), dalam kegiatan ini Lagarde diserta oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Bidang Maritim Luhut Pandjaitan, dan sejumlah pejabat lainnya. Mereka sama-sama mengenakan kaos putih dan topi hijau tosca.

Sebelum melakukan penanaman kembali terumbu karang atau coral replanting, Lagarde sempat memberikan sambutan yang menyatakan simpatinya pada bencana alam yang melanda Indonesia belakangan ini, terutama gempa Palu dan tsunami Donggala.

Dia juga mengatakan, isu lingkungan menjadi menjadi penting. Salah satu yang harus dipelihara adalah keberlangsungan hidup coral di laut demi generasi selanjutnya.

“Karena kita peduli dengan climate change, bagaimana dampaknya terhadap ekonomi. Tahun lalu ketika publish economics outlook, special report tentang climate change dan dampaknya ke depannya bagi bumi,” kata dia, Minggu (7/10).

Direktur Eksekutif IMF itu sepertinya cukup antusias dengan kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari foto-foto kegiatan yang langsung diunggah di akun twitternya @Lagarde.

“Perubahan iklim merupakan ancaman bagi ekonomi global. Kami telah melihat dampak ekonomi dan kebijakan yang bisa membantu meningkatkan kelestarian lingkungan. Hari ini kami juga berkontribusi dengan bekerja sama dengan Nusa
Dua Reef Foundation untuk memulihkan terumbu karang Indonesia,” tulis Lagarde.

IMF-WB 2018 mulai berlangsung dari 8-14 Oktober di Nusa Dua, Bali. Dalam pertemuan ini, para kepala negara dan kepala bank sentral dunia akan hadir. Tak lupa, investor dan tamu undangan pun ikut berpartisipasi. Diperkirakan akan ada lebih dari 2.000 pertemuan dengan para investor dunia di sini.
Kritik
Sementara Politisi Partai Demokrat, Andi Arief, mengkritik pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua Bali. Inisiatif untuk menjadi tuan rumah acara itu sendiri ternyata berasal dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Menteri Keuangan Era Pemerintahan SBY, M Chatib Basri, membenarkan bahwa pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan IMF-WB terjadi pada September 2014. Saat itu, SBY masih menjabat sebagai Presiden RI.

“Teknisnya memang Bank Indonesia (BI) yang mengajukan Indonesia untuk jadi tuan rumah ke IMF, karena Bank Indonesia yang merupakan representasi Indonesia di IMF. Tapi tentunya BI mengajukan setelah ada kesepakatan dengan pemerintah,” kata Chatib.

Menurut Dede, demikian Chatib biasa disapa, untuk bisa menjadi tuan rumah acara tersebut Indonesia harus bersaing dengan sejumlah negara lain, yang juga sama-sama mengajukan diri. Setelah Indonesia disetujui jadi tuan rumah, teknis pelaksanaannya tentu ada di Bank Indonesia.

Sementara soal alokasi anggaran penyelenggaraan acara itu, kata Dede, bergantung pada pemerintahan saat ini. Demikian juga soal agenda yang akan dibawa dan diperjuangkan oleh Indonesia sebagai tuan rumah. (mi/kpn/E-1)