Tiga Pesawat Lion Group Batal Terbang Calon Penumpang ‘Mengamuk’ di Bandara El Tari

berbagi di:
Para calon penumpang "menyerbu" petugas Wings Air di Bandara El Tari Kupang, kemarin siang guna meminta kepastian jadwal kebrangkatan, hotel, dan pengembalian (refund) uang tiket. Foto: Putra/VN

Para calon penumpang “menyerbu” petugas Wings Air di Bandara El Tari Kupang, kemarin siang guna meminta kepastian jadwal kebrangkatan, hotel, dan pengembalian (refund) uang tiket. Foto: Putra/VN

 

Putra B.

Tiga unit pesawat yang dioperasikan Maskapai Lion Group, yakni Wings Air tujuan Kupang-Bajawa, Kupang-Rote, dan Kupang-Atambua membatalkan penerbangan pada Rabu (7/11) siang kemarin. Para penumpang “mengamuk” dan “menyerbu” petugas Wings Air di Bandara El Tari Kupang.

Pantauan VN, para penumpang terlihat sangat kecewa karena, pembatalan penerbangan dilakukan setelah menanti berjam-jam tanpa pemberitahuan. Penumpang menuntut pengembalian uang tiket setelah pihak maskapai belum juga memberikan kepastian soal penginapan.

“Mereka seolah lepas tangan, seperti kami penumpang ini yang salah,” keluh Steven Nahak, salah satu calon penumpang Kupang-Atambua.

“Katanya mereka sediakan hotel tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Saya terpaksa ajukan refund ticket agar saya bisa gunakan jalan darat. Itu pun belum juga terpenuhi. Saya harusnya sudah ada di Atambua sekarang,” tegasnya.

Steven mengaku, sebelumnya saat transit di Waingapu, pesawat sempat tunda berangkat sekitar 40 menit.

Jacky, penumpang asal Jakarta tujuan Bajawa dan transit di Kupang, menuntut pengembalian uang tiket karena ia belum mendapatkan kejelasan soal penginapan yang disediakan maskapai.

“Saya bisa bayar hotel, asalkan kembalikan uang tiket saya. Saya rela rugi kalau pihak maskapai tidak bisa sediakan hotel. Tapi sampai sekarang (kemarin sore), belum refund tiket saya. Saya mau cari maskapai lain untuk penerbangan besok pagi,” kata Jacky kepada petugas bagian customer service Wings Air di Bandara El Tari, kemarin. “Katanya kalian tanggung hotel, lalu sekarang bilang lagi belum ada connecting dengan hotel,” keluhnya.

Senasib dengan Jacky, salah satu staf kantor Badan Narkotika Nasional asal Rote, juga meminta pengembalian uang tiket. Namun setelah berjam-jam ia belum mendapatkan refund ticket, maupun kepastian hotel yang disediakan maskapai.

“Mau bagaimana? Saya harus ada di kantor besok. Sekarang ketat untuk absensi. Nah, kalau sudah begini yang harus bertanggungjawab siapa? Sebelumnya sama sekali tidak ada informasi pembatalan penerbangan ini,” katanya.

Sementara itu, layanan di bagian customer service yang dikerubuti para penumpang itu, beberapa kali petugasnya mengeluh terjadi masalah komputer. Dua petugas customer service meminta para penumpang mengajukan refund ticket kepada agen travel tempat mereka membeli tiket. “Saya sudah coba refund ke agen online, tapi itu bisa sampai beberapa minggu baru dapat uangnya,” ucap Tika Seran, penumpang Kupang-Atambua.
Faktor Cuaca
Salah satu ground staf Lion Air, Fauzan Alkatiri yang dikonfirmasi VN, kemarin, mengatakan pembatalan penerbangan adalah imbas dari penerbangan Bajawa kemarin sore yang terpaksa kembali ke Kupang karena faktor cuaca.

“Ini terpaksa ada pembatalan karena faktor cuaca kemarin. Jadi kami atur supaya pagi tadi (kemarin) mereka dapat berangkat lebih dulu. Nah, ini imbasnya,” kata dia.

Manajer Area Lion Air Kupang, Rinus Zebua yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, penerbangan Kupang-Bajawa sebelumnya kembali ke Kupang atau return to base (RTB) karena masalah cuaca. Selain faktor tersebut ada juga masalah teknis pada salah satu pesawat.

“Iya, karena penumpang Bajawa kemarin terlalu banyak, makanya kami pakai penerbangan hari ini dan sialnya lagi, bertepatan dengan itu salah satu pesawat kami dinyatakan tidak dapat digunakan karena masalah teknis,” ungkap Rinus.

Ia mengaku sudah menginformasikan kepada customer service mengenai pembatalan penerbangan sejak pukul 11.00 Wita. “Ya, tahulah kalau di bandara, informasinya bisa simpang siur. Untuk penginapan, kami menghubungi beberapa hotel,” pungkasnya. (mg-06/H-2)