Tiga Petinju Indonesia Tembus Final Kejuaraan Tinju di Ukraina

berbagi di:
img-20180413-wa0006

 

TIM INDONESIA: Brigjen Pol Johni Asadoma (tengah) bersama tim pelatih dan para petinju Pelatnas Indonesia foto bersama di depan penginapan di Kota Kherson, Ukraina.

 

Tiga petinju Indonesia sukses menembus inal Kejuaraan Tinju Internasional Nilokai Manger Cup (NMC) yang digelar di Kherson City Ukraina, 10-14 April mendatang.

Ketiga petinju itu adalah Blasius Mario Kalli yang turun di kelas layang 48 kg, Aldom Suguro kelas terbang 50 kg, dan Farand Papendang di kelas Ringan 60 kg.

Di partai semifinal Jumat (13/4) siang tadi,  Mario yang adalah petinju kelahiran NTT itu, menang meyakinkan  RSC (reffree stopped contest) ronde 2 atas petinju Moldova.Bondarenka, Bondarenka Stanislav.

Aldom Suguro menang atas petinju tuan rumah Vladyslav Sydorenko. Farand Papendang juga menang atas petinju tuan rumah lainnya Vitaly Solyanik. Ketiga petinju Indonesia tersebut akan beryanding besok di partai final.

Pimpinan Tim Tinju Pelatnas Indonesia yang juga Ketua Umum Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma kepada VN langsung dari Ukraina kemarin menjelaskan,  keikutsertaan petinju-petinju Pelantas di Ukraina adalah salah satu ajang try out Tim Tinju sebelum bertanding di Asian Games Indonesia, bulan Agustus mendatang.

” Setelah pertandingan ini, para petinju akan melanjutkan latihan selama satu bulan di kota Kharkiv, Ukraina sampe tgl 23 Mei mendatang,” ungkap Brigjen Johni.

 

Keterbatasan Dana

Sekretaris Jendral PB Pertina Shelly Selowati mengatakan, PB Pertina ingin mengirimkan 14 petinju Pelatnas namun karena keterbatasan dana, maka hanya enam petinju saja yang dikirim ke Ukraina.

Selama di Ukraina, mereka akan didampingi pelatih Kepala Tim Tinju Pelatnas Asian Games, Adi Suwandana dan pelatih Bonyx Saweho.

Keenam petinju tersebut adalah Mario Blasius Kalli (kelas 49kg), Aldoms Suguro (52kg), Sunan Agung Amoragam (56kg), Farrand Papendang (60kg), Libertus Gha (64kg), dan Sarohatua Lumbatobing (69kg).

Ia menambahkan, petiinju yang tidak berangkat ke Ukraina tetap melakukan pelatnas di Manado Sulawesi Utara. Petinju yang dikirim ke Ukraina sejauh ini yang terbaik, tetapi bukan berarti mereka lantas otomatis akan tampil di Asian Games 2018. “Kami juga menyiapkan tim B, sebagi tim pelapis. Jadi kalau perkembangan tim B lebih bagus bisa saja menggantikan tim A,” katanya. (paa/bev)