Tim Gabungan Tangkap Komplotan Pencuri Sapi

berbagi di:
foto-hal-13-tangkap-pencuri-hewan-sumtim

Salah seorang terduga pencuri sapi milik Mbulu Takanjanji alias Umbu Rapat saat ditangkap anggota Tim Gabungan Polres Sumba Timur di Wurunggiling, Desa Petawang, Kecamatan Umalulu, Kabuapten Sumba Timur, Sabtu (9/2) dini hari.

 
Frangky Johannis

Polres Sumba Timur berhasil membekuk lima orang komplotan spesialis pencurian ternak (curnak) yang sering beraksi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Lima orang pelaku, TK alias B (38), HPW alias P (28), NPP (32), DP (25), dan YDL alias L (38) diciduk Tim Gabungan Satuan Intelkam dan Reserse dibantu personel Polsek Umalulu di Wurunggiling, Desa Petawang, Kecamatan Umalulu, Kabuapten Sumba Timur, Sabtu (9/2) dini hari.

Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu I Made Murja Sabtu (9/2) malam saat Talk Show memperingati Hari Pers Nasional di Radio Max FM, Waingapu, menjelaskan, Tim Gabungan
Polres Sumba Timur dan Polsek Umalulu mengamankan komplotan pencuri ternak itu di Wurunggiling, Sabtu dini hari.

Made menjelaskan, kasus terungkap saat 19 ekor sapi milik Mbulu Takanjanji alias Umbu Rapat hilang. Hasil penyelidikan mengarah k lima orang pelaku yang merupakan penggembala hewan korban.

“Karena mereka merupakan penggembala ternak milik korban pelapor, sehingga dengan mudah mereka mengambil sapi-sapi tersebut,” katanya.

Ia merinci, dari 19 ekor sapi yang dicuri para pelaku tersebut, 17 ekor telah dipotong dan sudah dijual dalam bentuk daging. Sedangkan dua ekor sisanya berhasil diamankan oleh Tim Gabungan dari tangan pelaku YDL alias L.

“Dari hasil interogasi, pengakuan para pelaku bahwa 17 ekor sapi tersebut dipotong dan dijual dalam bentuk daging. Sementara dua ekor lainnya belum dipotong dan berhasil diamankan dari tangan pelaku YDL alias L,” jelas Made.

Menurutnya, selain dua ekor sapi tersebut, Tim Gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti tujuh bilah pisau dan empat bilah parang yang diduga digunakan pelaku sebagai alat untuk pembantaian 17 ekor sapi tersebut.

“Saat ini penyidik masih sementara melakukan pemeriksaan intensif terhadap para terduga pelaku, untuk menuntaskan berkas perkanya. Nanti kita akan memberikan keterangan lengkap mengenai kasus ini setelah rampung berkasnya,” pungkas Made. (bev)