Tim Gabungan Temukan Obat dan Makanan Kadaluarsa di Ende

berbagi di:
Exif_JPEG_420

 

Son Bara

Tim gabungan  beberapa instansi di Kabupaten Ende melakukan operasi di sejumlah toko dan kios di Pasar Wolowona Ende, Kamis (13/12).

Tim berhasil menemukan beberapa produk makanan ringan dan obat-obatan yang dijual tanpa izin bahkan sudah kadaluarsa.

Tim terdiru dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Ende, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, Satpol PP, Kepolisian Resort Ende, dan media.

Ketua tim operasi produk dan obat-obatan kadaluarsa dari BPOM Ende Paulus Vebrianto mengatakan, operasi dilakukan  untuk mengawasi berbagai macam produk baik makanan dan produk lain.

“Untuk Kabupaten Ende kita gelar operasi sejak Rabu kemarin hingga hari ini. Operasi dua hari di Kota Ende, sedangkan untuk wilayah luar kota sudah ada petugas yang diturunkan untuk melakukan operasi,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu produk kadaluarsa yang ditemukan yakni Sajiku, yang tetap dijual walaupun sudah habis masa berlakunya. Asa pula obat Paramex, Bodreks, Konidin, Obat Mata Visine, Procold, Neosep Forte, Mixagrip ,Insa dan obat antimo yang sudah kadaluarsa.

“Kita terpaksa melakukan penyitaan dan mengamankan obat tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan pihkanya juga menemukan sejumlah produk kosmetik  dan perlengkapan untuk bayi yang sudah habis masa berlakunya sejak tahun 2014 dan 2015 tapi masih tetap dijual.

“Ini tentunya sangat berbahaya bagi bayi dimana kulit dan kondisi kesehatan masih sangat rentan. Semua produk kadaluarsa ini akan kita sita dan kita amankan. Sedangkan untuk obat-obatan, memang masa ekspairednya masih berlaku tetapi tidak ada izin resmi penjualannya,” ungkapnya.

Beberapa toko yang ditemukan menjual obat tanpa izin diantaranya Toko Sakura, Toko Sinar Karunia dan Toko Vanesa. (bev/ol)