Tim Labfor Analisis Penyebab Kebakaran di TNK

berbagi di:
Kondisi Pulau Gili Lawa di Kawasana Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat saat terbakar. Foto; Gerasimos Satria/VN

 
Gerasimos Satria

Tim Labfor Denpasar terjun langsung menyelidiki kebakaran Pulau Gili Lawa Darat di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) pada Minggu (5/8) lalu.

Terkait perkembangan kasus tersebut, Kepala Satuan Reskrim Polres Mabar kepada VN Jumat (10/8), Iptu Dewa Ditya mengatakan usai melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tim Labfor telah bertolak ke Denpasar. Tim Labfor membawa benda-benda yang ditemukan di Pulau Gili Lawa Darat untuk diteliti atau diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

“Untuk hasil pemeriksaan forensik kami dari Reskrim masih menunggu dari tim labfor. Yang pasti pihak tim Labfor Denpasar sedang menganalisis penyebab kebakaran berdasarkan fakta-fakta yang olah TKP,” jelas Ditya.

Dia mengatakan sedikitnya 14 saksi telah diperiksa penyidik Polres Mabar yang ada di lokasi saat kebakaran terjadi. Sebagian saksi merupakan wisatawan asing.

Menurutnya, penentuan tersangka akan melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan. Apabila telah didukung bukti yang cukup, seseorang atau korporasi yang dengan sengaja atau lalai yang diduga kuat menyebabkan kebakaran tersebut pasti akan diproses hukum sesuai hukum yang berlaku.

Pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Mateus Siagian mendorong polisi segera mengungkap penyebab kebakaran dan oknum yang dengan sengaja atau lalai menyebankan kebakaran tersebut.

Ia mengatakan, perbuatan oknum yang dengan sengaja atau kelelaian melakukan pembakaran telah merusak nama baik pariwisata Mabar. Akibat kejadia tersebut, banyak wisatawan yang batal mengunjungi obyek wisata di Gili Lawa Darat.

Siagian menghimbau wisatawan yang hendak mengunjungi obyek wisata di wilayah Mabar untuk menaati seluruh peraturan yang berlaku agar tidak terjadi sesuatu yang merusak nama baik pariwisata.

Terungkapnya kasus kebakaran tersebut oleh kepolisian, diharapkan mampu menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mengunjungi lokasi wisata di Mabar agar tidak melakukan aksi yang dilarang di lokasi wisata.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat itu terjadi pada Rabu (1/8) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Sumber api belum diketahui. Sedikitnya belasan hektar area lahan di pulau Gili Lawa Darat hangus terbakar. Untuk kepentingan penyelidikan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menutup sementara akses publik untuk mengjungi Pulau Gili Lawa Darat.

Kepala BTNK, Budhy Kurniawan mengaku akses menuju pulau Gili Lawa Darat masih ditutup untuk aktivitas kunjungan wisatawan. Para wisatawan diimbau mengunjungi obyek wisata lain.

Ia menambahkan, pihaknya sedang membangun pos jaga di Pulau Gili Lawa Darat agar nantinya petugas BTNK ditempatkan pada pos tersebut untuk menjaga Pulau Gili Lawa Darat. (bev/ol)