TMMD Bantu Warga Pamburu Songsong Kehidupan yang Lebih Baik

berbagi di:
Dandim 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin (kanan) menyampaikan laporan kegiatan TMMD ke-102 di Desa Pamburu kepada Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel (Czi) Aji Jaya (kiri) selaku inspektur upacara pada upacara penutupan di Lapangan Desa Pamburu, Rabu (8/8). Foto: Frangky Johannis/VN

Dandim 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin (kanan) menyampaikan laporan kegiatan TMMD ke-102 di Desa Pamburu kepada Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel (Czi) Aji Jaya (kiri) selaku inspektur upacara pada upacara penutupan di Lapangan Desa Pamburu, Rabu (8/8). Foto: Frangky Johannis/VN

 

 

Frangky Johannis

Desa Pamburu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur adalah salah satu dari sekian desa di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang penduduknya masih merasakan minimnya sentuhan program pembangunan ke wilayah itu.

Sejak Indonesia merdeka 73 tahun silam, masyarakat Desa Pamburu selalu berharap keluar dari keterisolasian dan keterbatasan sarana infrastruktur. Dan akhirnya, kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, memberikan secerca harapan bagi lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) penghuni desa tersebut untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.

Kondisi yang berubah menjadi lebih baik itu, terjadi saat Satgas TMMD bersama warga bergotong royong meningkatkan jalan sepanjanga 1.800 meter dari yang dahulu lebarnya hanya 2,5 meter menjadi 4 meter, membangun dua unit deker berukuran 4×4 meter, mengerjakan saluran irigasi parmanen sepanjang 200 meter ke areal persawahan guna menggantikan saluran darurat yang dibangun warga, serta merehab gereja yang hampir roboh.

Ngganja Laka, salah seorang tokoh masyarakat Desa Pamburu kepada VN, saat upacara penutupan TMMD, Rabu (8/8), mengatakan, jalan sepanjang 1,8 kilometer yang semula kecil dan berbatu cadas, yang digunakan sebagai akses sehari-hari warga ke sawah dan ladang, kini lebarnya sudah menjadi empat meter, sehingga bisa dilalui kendaraan besar.

Menurutnya, sekarang anak-anak bisa nyaman berjalan kaki ke sekolah, peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi terbuka karena truk sudah bisa mengangkut hasil pertanian warga berupa padi, jagung, dan jambu mete untuk dijual ke pasar. Mimpi menjadi lebih baik ke depan bisa diraih warga Pamburu.

 Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali (tengah) menandatangani berita acara sebagai tanda menerima hasil pekerjaan TMMD ke-102 di Desa Pamburu. Tampak Dandim 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin (kanan) dan Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel (Czi) Aji Jaya (kiri), menyaksikan penandatanganan. Foto: Frangky Johannis/VN

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali (tengah) menandatangani berita acara sebagai tanda menerima hasil pekerjaan TMMD ke-102 di Desa Pamburu. Tampak Dandim 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin (kanan) dan Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel (Czi) Aji Jaya (kiri), menyaksikan penandatanganan. Foto: Frangky Johannis/VN

“Saya menjadi salah satu orang tua asuh Satgas TMMD ke-102. Banyak kesan baik yang ditinggalkan para prajurit TNI selama 29 hari bersama kami. Kehadiran TMMD di Desa Pamburu merupakan bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat dan TNI anak kandung rakyat bukanlah sebatas jargon semata,” kata Ngganja.

Ketua RT 10/RW 05, Dusun 3, Desa Pamburu Exen Ndada Mbadi mengungkapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang menghadirkan Program TMMD ke wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD juga membuat warga termotivasi mengidupkan kembali semangat gotong royong dalam membangun desanya.

Selain itu, kata dia, kedisiplinan para prajurit TNI AD yang bangun pagi-pagi dan menyempatkan diri berolahraga sebelum melaksanakan tugas harian mereka memotovasi pemuda dan warga Desa Pamburu untuk disiplin dan gemar olah raga.

“Suasana desa kami sangat ramai dan penuh keakraban. Kemanunggalan TNI dengan rakyat benar-benar terwujud dalam kegiatan setiap hari,” katanya.
Melkianus Haumeni, warga RT 10/RT 05 mengatakan, hal positif yang dipetik dari kebersamaan dengan Stagas TMMD adalah dirinya mendapat motivasi baru untuk tetap mempertahankan sikap kegotongroyongan dan disiplin kerja, sehingga Desa Pamburu akan menjadi lebih baik ke depan.
Sedih harus Berpisah

Nenek Kuku Yowa (66), warga RT 05/RW 03, yang menjadi orang tua asuh Sertu Yusak TL dan dua rekannya, mengaku kehadiran personel Satgas TMMD di desa tersebut memberi warna positif.

Ia mengatakan, sebelum adanya kegiatan TMMD di desa ini, kalau berbicara tentang tentara, kesannya bahwa tentara itu sangar, kejam, dan menakutkan. Tetapi setelah tinggal bersama Yusak dan kawan-kawannya selama sebulan, ternyata kesan sangar, kejam, dan menakutkan itu tidak ada. Sebaliknya personel Satgas TMMD sangat ramah dan bersahabat.

 Sertu Yusak TL terlihat sangat akrab saat berpose bersama Kuku Yowa (66), warga RT 05/RW 03, yang menjadi orang tua asuhnya selama sebulan berada di Desa Pamburu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur. Foto: Frangky Johannis/VN

Sertu Yusak TL terlihat sangat akrab saat berpose bersama Kuku Yowa (66), warga RT 05/RW 03, yang menjadi orang tua asuhnya selama sebulan berada di Desa Pamburu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur. Foto: Frangky Johannis/VN

Menurut Nenek Yowa ketiga personel Satgas setiap mengeluarkan uang untuk membeli makanan dan minuman untuk dimakan bersama. “Saya sedih harus berpisah dengan tiga orang prajurit TMMD yang sudah sebulan tinggal bersama keluarga saya. Saya berdoa kepada Tuhan agar mereka mendapat berkah serta diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas di kesatuan masing-masing,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sertu Yusak juga mengungkapkan rasa sedihnya berpisah dengan orang yang sudah dianggap neneknya itu.

Menurutnya, selama menjalankan tugas sebagai anggota Satgas TMMD di Desa Pamburu, ada banyak pengalaman positif yang diperoleh, terutama sikap keramahan dan bersahaja dari masyarakat di sini.

“Pengalaman selama di sini akan menjadi semangat baru bagi saya sebagai prajurit TNI dalam melanjutkan pengabdian di mana pun berada,” ujarnya.

 
Terus Bangun Komunikasi

Komandan Peleton (Danton) Satgas TMMD ke-102 di Desa Pamburu Letda (Inf) Sofian H mengatakan, selama berada di desa tersebut, anggota Satgas terlibat membaur bersama masyarakat dan intensif melaksanakan kegiatan komunikasi sosial.

Menurutnya, selain menjalin komunikasi antara anggota Satgas dengan masyarakat, juga bersinergi dengan aparat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat dan menjalin rasa persatuan dan kesatuan.

 Perwakilan prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas TMMD di Desa Pamburu foto bersama para orang tua asuh, usai pemberian bingkisan sebagai kenang-kenangan. Foto: Frangky Johannis/VN

Perwakilan prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas TMMD di Desa Pamburu foto bersama para orang tua asuh, usai pemberian bingkisan sebagai kenang-kenangan. Foto: Frangky Johannis/VN

“Kami harus pulang ke tempat tugas masing-masing, namun yang kami harapkan komunikasi sosial yang sudah kami jalin ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh warga, tak hanya dengan personel TNI yang akan datang di wilayah ini, tetapi juga dengan seluruh stakeholders di Sumba Timur, agar pembangunan di wilayah ini terus berkelanjutan,” imbuh Sofyan.

Dandim 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin selaku Dan Satgas TMMD ke-102 Sumba Timur mengatakan, secara keseluruhan kegiatan fisik dan non fisik di Desa Pamburu tersebut, diharapkan dapat menciptakan perubahan bagi masyarakat karena sejatinya TNI akan selalu bersama rakyat. Kemanunggalan TNI-Rakyat senantiasa mewujudkan harapan masyarakat, sehingga TNI selalu mencintai dan dicintai rakyatnya.
Terima Kasih
Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyatakan rasa terima kasih kepada TNI AD di jajaran Kodim 1601/Sumba Timur beserta Satgas TMMD yang telah mendukung Pemkab Sumba Timur membangun Desa Pamburu yang merupakan salah satu desa yang infrasukturnya masih kurang.

“Fokus Program TMMD ini sejalan dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah bagi desa-desa yang masih minim infrastrukturnya. Jalan, deker, saluran irigasi, dan pembangunan gereja merupakan permintaan dan harapan masyarakat, sehingga kami berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu Pemkab Sumba Timur membangun semuanya itu,” kata Umbu Lili.

Wakil Bupati berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik infrastruktur yang sudah dibangun ini untuk kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan dan meningkatkan perekonomiannya. “Sarana yang sudah dibangun ini agar dimanfaatkan masyarakat Desa Pamburu dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu yang lama,” pinta Umbu Lili. (bev/ol)