Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi, Ratusan Mahasiswa Kembali Turun Ke Jalan

berbagi di:
Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores–Lembata dalam aksi demo akhir pekan lalu di Ende

 

 

Son Bara

Ratusan mahasiswa di Ende, Nusa Tenggara Timur kembali turun ke jalan menuntut penuntasan kasus korupsi di Kabupaten Ende. Aksi turun ke jalan ini dipicu lemahnya perangkat hukum di Kabupaten Ende yang tidak berani menuntaskan dugaan korupsi di Kabupaten Ende.

Koordinator masa aksi Kanisius Soge mengatasnamakan masa aksi menyampaikan mosi tidak percaya kepada Kepolisian Resort Ende yang dinilai lamban dalam menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi antara Direktur PDAM dan delapan Anggota DPRD Kabupaten Ende.

Tidak itu saja masa aksi juga membeberkan sejumlah kasus dugaan korupsi diantaranya pembangunan Stadion Marilonga dengan nilai puluhan miliar, pengadaan video tron yang menelan anggaran sebesar Rp 750 juta.

Harga video tron yang dipasang di simpang lima Kota Ende, menurutnya, hanya sekitar Rp 100 juta-an namun nilainya mengalami pembengkakan hinga Rp 750 juta.

Selain itu, dugaan korupsi pengerjaan proyek jalan dalam kota senilai Rp 22,3 miliar menjadi catatan penting dalam aksi ini.

Masa aksi mempertanyakan standar kewajaran harga satuan untuk satu kilo meter jalan.

Pengadaan sejumlah gedung milik pemerintah pun dinilai KKN.

“Indikasinya jelas dana milik masyrakat terkuras habis untuk kepentingan golongan tertentu. Semestinya rakyat harus menjadi tuan di atas tanahnya sendiri bukan malah diperalat dan dijadikan objek pembangunan. Hari ini secara resmi kami menyampaikan somasi kepada aparat penyidik Kejaksaan Negeri Ende untuk mengusut praktik dugaan korupsi pekerjaan ruas jalan dalam kota sepanjang tiga kilo meter, yang menelan anggaran sebesar 22,3 miliar,” jelasnya.

Pantauan VN, aksi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri Ende menarik perhatian publik. Ratusan masa aksi dari berbagai elemen mahasiswa terlihat duduk memenuhi halaman Kantor Kejaksaan Negeri Ende.

Masa aksi terus menyerukan agar aparat hukum khususnya institusi Kejaksaan Negeri Ende untuk pro aktif menuntaskan berbagai dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Ende.

Masa aksi kembali berjanji akan kembali turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dan bersama masyarakat mendesak aparat penegak hukum, untuk segera menuntaskan dugaan korupsi di Kabupaten Ende. (bev/ol)