VBL: Petinju NTT Masih Kurang “Nyali”

berbagi di:
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan pada acara pelantikan Badan Pengurus Pengprov Pertina NTT periode 2017-2022 di Hotel NaKa, Kupang, tadi malam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan pada acara pelantikan Badan Pengurus Pengprov Pertina NTT periode 2017-2022 di Hotel NaKa, Kupang, tadi malam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 
Stef Kosat

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan jarang orang melihat petinju NTT seperti Hermensen Ballo dan Jhoni Asadoma yang tidak saja memiliki teknik bagus, tetapi memiliki mental bertanding yang luar biasa.

“Petinju NTT maupun petinju Indonesia lain, semuanya baik kecuali nyalinya tidak ada. Dari pengalaman saya menyaksikan petinju di banyak negara, petinju NTT ini tidak kalah dalam hal bertinju. Tapi masih kurang adalah
nyali,” ujar VBL saat memberikan sambutan pada pelantikan Badan Pengurus Pengprov Pertina NTT periode 2017-2022 di Hotel NaKa, Kupang, Senin (16/9) malam.

Menurutnya, Provinsi NTT merindukan lahirnya petinju-petinju amatir setanggguh Johni Asadoma dan Hermensen Ballo di masa depan. Selain memiliki teknik yang jempolan, mental Johni dan Hermensen di zamannya sangat mumpuni untuk bersaing dengan petinju manapun di dunia.

VBL mengungkapkan punya mimpi yang sama dengan Pertina yakni melahirkan seorang petinju juara olimpiade. Untuk bisa mencapainya, VBL meminta pengurus bersamanya membesarkan Pertina dan melahirkan petinju-petinju NTT khususnya, dan Indonesia umumnya untuk juara di berbagai kejuaraan.

“Saya minta Pengda Pertina NTT yang baru dilantik, untuk bersama-sama di dalam satu gerbong untuk kebesaran Pertina,” ujarnya.

Ia menegaskan pengurus Pertina harus mampu memisahkan antara hubungan emosional dan profesionalitas dalam bekerja.

“Kita boleh berteman baik, tapi kalau soal pekerjaan, kalau tidak mampu bekerja untuk kejayaan tinju dan kebangkitan NTT secara keseluruhan dalam segala hal, saya akan tegas,” kata VBL.

Baginya, orang NTT sudah terbiasa bertarung karena olah raga yang paling hebat bagi daerah NTT itu adalah olahraga perseorangan dan salah satunya adalah tinju.

“Karena itu, untuk melahirkan petinju-petinju terbaik, maka Pertina Pusat maupun daerah perlu menyiapkan seluruh aspek-aspeknya bukan hanya teknis tetapi non teknisnya juga harus dipersiapkan,” ungkapnya.
Gubernur Jadi Manajer
Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina Brigjen Polisi Johni Asadoma dalam sambutannya mengatakan, ia dan Gubernur NTT sudah mempunyai komitmen untuk memajukan tinju amatir di NTT dan Indonesia. Selain itu, Gubernur NTT dan Ketua Umum Pertina NTT juga sudah menetapkan daerah ini sebagai pusat pelatnas tinju amatir Indonesia.

“Sebelumnya ada dua pelatnas yang dilakukan di Medan dan Manado. Tapi karena tidak fokus sehingga ke depan akan difokuskan pelatnas tinju amatir Indonesia di NTT. Karena Gubernur juga sudah siap menanggung biaya pelatnas dan pelatih asing dari Ukraina yang akan didatangkan bulan Oktober tambah,” ungkap Jhoni.

Selain itu, Gubernur NTT sudah ditunjuk sebagai manejer tim tinju amatir Indonesia. Ada tiga hal yang akan menjadi motor penggerak tinju di NTT dan Indonesia memaksimalkan latihan dasar bagi para petinju, pelatih tinju NTT harus berlisensi internasional, dan membina komunikasi yang baik antara pengurus Pertina pusat dan daerah.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma saat melantik pengurus Pengprov Pertina NTT. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Ketua Umum Pengurus Pusat Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma saat melantik pengurus Pengprov Pertina NTT. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Ia berharap, ke depan ada petinju NTT dan Indonesia yang mendapatkan medali di Olimpiade.

“Saya dan Pengurus Pusat bekerja keras untuk meloloskan banyak atlet dari NTT dan Indonesia ke Olimpiade Jepang. Minggu depan sudah ada pemanggilan bagi Mario dan Libertus Gah untuk masuk pelatnas karena harus dipersiapkan untuk menuju SEA Games Filipina,” ungkapnya.

Johni meminta pengurus Pengprov Pertina NTT bekerja sungguh-sungguh.

“Heboh saat pelantikan olahraga, tapi saat kerja tidak ada orang. Saya minta supaya pengurus Pertina Pengprov NTT tidak boleh hanya ramai saat pelantikan, tapi harus bekerja untuk kebangkitan prestasi tinju Indonesia ke depan” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, anggota Pengurus Pusat Pertina Chris Mboeik, Ketua Umum KONI NTT Andreas Welem Koreh, Semuel Haning Ketua Umum Pengprov Pertina NTT, para pengurus KONI NTT, dan undangan lainnya.
(mg-19/R-4)