VBL Puji Sumba Hospitality Foundation

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berjabatan tangan dengan para siswa/i pada Sumba Hospitality Foundation saat berkunjung ke lokasi tersebut, kemarin.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berjabatan tangan dengan para siswa/i pada Sumba Hospitality Foundation saat berkunjung ke lokasi tersebut, kemarin.

 

Frengky Keban

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Senin (11/2) siang mengunjungi Sumba Hospitality Foundation (SHF) di Desa Karuni-Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat.

VBL beberapa kali memuji kebersihan dan sarana prasarana yang disediakan untuk menggembleng putra/i Sumba trejun di industri pariwisata.

Gubernur VBL hadir bersama Bupati SBD, Markus Dairo Talu, anggota DPRD NTT Christi Pati, calon DPD RI Sarah Lery Mboeik, Ketua DPD NasDem Sumba Timur Yonathan Hani itu dan disambut hangat Ketua Yayasan SHF, Dembta Bato dan jajarannya, termasuk para siswa.

Gubernur dan rombongan meninjau bangunan SHF. Gubernur VBL beberapa kali menyatakan takjub dengan keadaan dan lingkungan SHF yang bersih serta sarana prasarana yang disiapkan. VBL juga melihat kamar hotel, termasuk spa SHF yang baru dibuka beberapa waktu lalu.

VBL mengingatkan pemerintah setempat untuk memberikan dukungan dalam proses pengembangan sekolah itu. Dia juga mendorong Pemerintah Kabupaten SBD untuk membuat Perda soal bahan baku dalam resort.

“Kalau bisa buat perda dimana semua resort itu bahannya dari bambu kalau memang bambu di sini masih banyak. Ini juga untuk pelestarian juga terhadap bahan lokal kita,” katanya.

VBL sempat berdialog dengan para siswa dan terhibur dengan dua lagu tentang Sumba yang dipersembahkan para siswa. Sebagai ucapan terima kasih, Gubernur memberikan hadiah bagi para siswa yang diterima oleh Ketua Yayasan SHF.

 

Sustainable Tourism
Ketua SHF Redembta Bato menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT VBL yang telah berkenan mengunjungi SHF.

“Saya tidak berpikir soal SHF saja. Kehadiran beliau (gubernur) adalah bentuk nyata dari kepedualian beliau terhadap kepariwisataan di NTT apalagi ini berkaitan dengan visi misinya beliau. Tentu dalam pembangunan parwisata itu kan harus ada konsep dan SHF punya konsep itu yang menurut kami cocok buat kepariwisataan di NTT yang terdiri dari pulau-pulau,” katanya.

Kunjungan Gubernur ke SHF, kata dia, memperkuat upaya penyiapan SDM generasi muda di NTT agar tidak menjadi penonton dalam geliat industri pariwisata.

“Apalagi tadi beliau juga membawa beberapa orang kompeten di bidangnya yang tentu akan sangat membantu beliau dalam merealisasikan visi misinya. Iya kita hanya bisa memberikan masukan soal konsep sustainable tourism yang mana pariwiaata bukan hanya menguntungkan pelaku bisnis tapi juga masyarakat, sekaligus melindungi lingkungan dan budaya masyarakat lokal,” tambahnya.
Kegembiraan yang sama pun dirasakan oleh salah satu siswa, Thomas Umbu Ladi. Thomas mengatakan bahwa kehadiran Gubernur ke SHF adalah bentuk dukungan buat dirinya dan teman-teman untuk bisa lebih serius mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya.

“Saya sangat senang. Kalau biasa Pak Gub perhatikan pantai kami di SBD yang sudah mulai rusak. Harus ada ketegasan soal ini kalau tidak wisata kita bisa saja akan bermasalah di masa mendatang,” ungkapnya polos. (mg-09/R-4)