VBL Target Tahun 2019 NTT Sumbang 50 Persen Kebutuhan Garam dan Daging Nasional

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan pengarahan umum kepada para kepala sekolah, kepala desa, camat serta seluruh pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Malaka, di rumah jabatan Bupati Malaka, Jumat (14/9). Foto: Ady Tei Seran

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan pengarahan umum kepada para kepala sekolah, kepala desa, camat serta seluruh pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Malaka, di rumah jabatan Bupati Malaka, Jumat (14/9). Foto: Ady Tei Seran

 

 

Ady Tei Seran

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menargetkan NTT akan menyuplai 50 persen kebutuhan garam dan daging nasional.

“Ada garam yang dikerjakan pengusaha, ada garam yang dikerjakan masyarakat dan ada garam yang dikerjakan pemerintah,” ujarnya saat mengunjungi Kabupaten Malaka, Jumat (14/9).

VBL mengajak warga Malaka fokus pada produksi garam dan daging.

“Prinsip kita, untuk rakyat tidak ada yang sulit dan tidak ada yang mahal, kita harus bersinergi untuk membangun NTT menjadi provinsi yang keluar dari segala ketertinggalan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tegasnya

Untuk membangun daerah ini, terang dia, semua elemen masyarakat harus bersinergi dan bekerja keras agar rakyat NTT keluar dari kemiskinan.

Sementara Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengakui, sejak dilantik, dirinya bersama Wakil Bupati Malaka Daniel Asa (almarhum) mempunyai visi dan misi, yakni “Meletakkan Fondasi yang Kokoh dan Dinamis untuk Kesejahteraan Rakyat Malaka.”

Untuk mencapai visi dan misi itu, terang dia, pihaknya mempunyai lima program prioritas yakni di bidang pertanian ada Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM), bidang kesehatan, parawisata, pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

Untuk program RPM, lanjut dia, pihaknya selalu didampingi oleh tim pakar.

“Prinsipnya rakyat Malaka tidak boleh kekurangan pangan di tanah yang subur ini,” tandasnya.

Menurutnya, di bidang kesehatan, Pemkab Malaka mengadakan pelayanan kesehatan gratis. Selain itu, Pemkab Malaka bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua dan RSUD WZ Johanes Kupang, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pasien rujukan dari Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, dibidang pendidikan, pendidikan gratis dari SD, SLTP, dan SLTA.

“Prinsipnya rakyat Malaka harus sehat dan cerdas. Target kita, untuk mengurangi angka butuh huruf di daerah ini,” tegasnya. (mg-20/C-1)