Wadir Keuangan tak Tahu Besaran Utang Obat

berbagi di:
RSUD W.Z. Johanes Kupang

 
Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD WZ Johannes, Kupang Daniel Dole mengaku dirinya hanya mengurus soal administrasi keuangan saja dan tidak mengetahui besaran uang yang dianggarkan dari APBD Pemprov NTT atau besaran utang RS kepada Pedagang Besar Farmasi (PBF).

Penegasan itu dikemukakan Daniel Dole kepada VN, di ruang kerja, Jumat (9/1) pagi saat ditanya terkait mandegnya pengadaan obat-obatan akibat PBF menolak mengirim obat karena hutang RS sangat besar.

“Untuk nominal keuangaan yang dianggarkan ke RS saya tidak tahu berapa besar jumlahnya. Demikian juga jumlah utang obat yang belum dibayarkan.
Kami menggunakan sistem pelayanan satu pintu,” jelasnya.

Namun dermikian, jika APBD (TA 2019) sudah bisa dicairkan bulan Januari atau Februari, maka hutang-hutang obat pasti bayar. Kalau APBD lancar, tidak ada masalah. Tapi saya tidak bersentuhan langsung dengan uang. besaran anggaran APBD saya tidak tahu jumlahnya,” jelasnya.

Daniel hanya menjelaskan pihaknya lebih banyak melayani pasien BPJS atau JKN. Sehingga setiap bulan RS mengklaim ke BPJS terkait dengan utang obat, pelayanan kesahatan dan lain sebagainya.

“Ini fakta ya, pasien kami kan lebih banyak menggunakan BPJS. klaim kami sudah sampai bulan November, artinya data semuanya sudah kami serahkan ke BPJS,” tandasnya.

Sebelumnya, Plt Direktur WZ Johannes Kupang drg Dominikus Minggu Mere kepada Wagub JNS menjelaskan bahwa saat ini RSUD sedang berbenah. Dia juga melaporkan bahwa obat-obat semua sudah ada. Sedangkan mengenai hutang obat-obatan, ia menjelaskan bahwa pihak BPJS Kesehatan belum membayar ke PBF (Pedagang Besar Farmasi).
Sudah Entri
Terpisah, Kepala Cabang BPJS Kupang Fauzi Lukman Nurdiansyah yang dikonfirmasi VN di ruang kerja kemarin menjelaskan bahwa BPJS sudah mengentri data ke Pusat karena sistem pelayanan terpusat.

“Begini ya, kami ini kan sistemnya terpusat. Memang (RSUD) ada piutang dengan BPJS, tapi kami sudah mengentri data ke pusat. Dan sistemnya first in first out atau FIFO, maksudnya uang akan keluar berdasarkan entri,” jelasnya sembari menambahkan bahwa utang-utang RSUD WZ Johannes Kupang bakal dibayar lunas Maret mendatang.

Pada bagian lain penjelasannya, Fauzi Lukman mengatakan bahwa BPJS meluncurkan program Supply chain Financing (SCF).

“Program SCF dengan melakukan kerja sama dengan pihak bank. Pihak bank yang bekerja sama, akan membayarkan uangnya, baru kemudian dibayarkan oleh BPJS ke bank tersebut,” jelasnya. (mg-08/R-4)