Wagub Josef: “Lho, Kok Begini Pelayanannya?

berbagi di:
Wagub NTT Josef Nae Soi berdialog dengan warga di loket pendaftaran pasien RSUD WZ Johannes, Kupang kemarin pagi. Wagub sempat marah karena ada warga yang mengantre sejak pukul 05.00 Wita tapi belum dilayani hingga pukul 08.00 Wita. Fpoto: Nahor Fatbanu/VN

Wagub NTT Josef Nae Soi berdialog dengan warga di loket pendaftaran pasien RSUD WZ Johannes, Kupang kemarin pagi. Wagub sempat marah karena ada warga yang mengantre sejak pukul 05.00 Wita tapi belum dilayani hingga pukul 08.00 Wita. Fpoto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD WZ Johannes Kupang, kemarin pagi.

Wagub JNS yang tiba di RSUD sekitar pukul 07.30 Wita tersebut, langsung memantau pelayanan di loket pendaftaran pasien. Melihat antrean pasien bersama keluarga yang memadati ruangan, Wagub langsung menyapa dan berdialog.

Dalam dialog, warga mengaku sudah datang sejak pukul 05.00 Wita pagi. Mendengar itu, JNS pun langsung “menyemprot” para pejabat RSUD yang mendampinginya, seperti Wadir Pelayanan dr Mina Sukri, Wadir Umum dan Keuangan Daniel Dole, Kepala Bidang Penunjang dan Pelayanan, dr Aletha D Pian, dan beberapa petinggi di rumah sakit itu.

“Lho, kok begini pelayanannya? Yang sehat bisa sakit. Orang antre dari jam 05.00 pagi dan sekarang sudah jam begini (sambil melihat jam tangan, pukul 08.01 Wita) tetapi belum dapat pelayanan. Ini pasti ada yang belum makan.
Mereka ini kan ada datang dari kampung. Yang sabar ya ibu, ini segera kita perbaiki,” kata Wagub JNS sembari menepuk bahu salah satu warga yang mengantre di situ.

Wagub menanyakan kepada Aletha D Pian, selaku pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan di loket pengambilan obat. JNS menanyakan, sistem pelayanan yang bertele-tele.

“Ini lho Bu, apa ini tidak bisa menggunakan online agar orang bisa cek lewat HP-nya. Ruangan ini juga mesti harus dilebarkan lagi. Ibu juga harus mengetahui semua keadaan ini,” kata JNS kepada dr Aletha.

“Iya, Pak. Siap,” jawab dr Aletha.

Dari ruangan pendaftaran dan loket pengambilan obat, Wagub JNS melanjutkan sidak ke ruangan NICU dan ICCU. Di ruangan ini ia memantau plafon ruangan yang sudah rusak akibat rembesan air. Wagub juga mengecek kamar WC. “Saya mau pelayanan harus baik,” ucap Wagub JNS.

Setelah memantau ruangan ICCU, Wagub JNS berpindah ke ruangan Poliklinik. Ia memasuki ruangan Poli Gigi.

Di ruangan ini, terlihat salah satu alat medis yang sudah rusak. “Lho, dokter, kok ini pakai ikat?” tanya Wagub JNS kepada dokter di ruangan itu, sembari menunjuk alat tersebut.

Salah satu dokter yang berada di ruangan Poli Gigi menjawab bahwa alat tersebut sudah lama rusak dan tidak bisa dipergunakan untuk pelayanan medis. “Iya Pak, alatnya sudah rusak. kami sudah usulkan untuk ganti, tapi anggarannya belum keluar,” jelas dokter tadi.

 

Gudang Obat
Usai memantau ruangan Poli Gigi, Wagub JNS berpindah ke gudang penyimpanan obat. Saat bersamaan, muncul Plt Direktur RSUD WZ Johannes drg Domi Minggu Mere.

Disaksikan VN, drg Dominikus dengan raut wajah marah, bertanya kepada para stafnya. Salah satu staf kemudian memberitahu ada Wagub sambut menunjuk ke arah di mana Wagub JNS berada. Sang Plt Direktur langsung bergegas menuju Wagub JNS.

Kepada Wagub, drg Dominikus menjelaskan saat ini RSUD sedang berbenah. Dia juga melaporkan bahwa obat-obat semua sudah ada. Sedangkan mengenai hutang obat-obatan, ia menjelaskan bahwa pihak BPJS Kesehatan belum membayar ke PBF (Pedagang Besar Farmasi).

Dia juga mengatakan bahwa saat dirinya masuk memimpin RSUD tersebut, kondisinya sudah seperti berantakan. “Saya masuk di sini, saya benahi semua, mulai dari pengadaan alat medis dan membangun gedung baru agar pasien bisa dipindahkan ke ruangan tersebut. Bapak Wagub, mungkin habis ini kita bisa melihat gedung tersebut,” ucapnya kepada JNS.

JNS lantas beranjak dari gudang penyimpanan obat menuju gedung UGD untuk memantau kondisi gedung tersebut.

“Secepatnya kita resmikan gedung ini. Nanti saya akan datang lagi dan kalian tidak tahu, kapan saya datang. Saya mau, pelayanan rumah sakit ini harus baik,” pesan JNS yang kemudian pamit meninggalkan RSUD milik Pemprov NTT itu sekitar pukul 08.41 Wita. (mg-08/mg-01/R-4)