Wakil Bupati Buka Turnamen Sepak Bola Antar Umat Beragama

berbagi di:
tendangan-pertama

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya Turnamen Sepak Bola Antarumat Beragama se-daratan Sumba di Lapangan Sepak Bola Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (1/11) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

 
Turnamen Sepak Bola Antarumat Beragama se-daratan Sumba yang diinisiasi Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Payeti, kembali digelar di Lapangan Sepak Bola Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (1/11) petang.
Turnamen yang digelar dalam rangka menjaga dan memupuk kerukunan antarumat beragama di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, dibuka Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali.

Erik, Ketua Panitia Pelaksana turnamen tersebut dalam laporannya mengatakan, turnamen Sepak Bola antarumat Beragama tahun 2018 dikuti oleh 30 tim se-daratan Sumba, di antaranya empat tim dari Kabupaten Sumba Barat Daya, satu tim dari Kabupaten Sumba Barat, dan satu tim dari Kabupaten Sumba Tengah.

Ia berharap lewat turnamen sepak bola antarumat diharapkan dapat dirajut kebersamaan semua elemen bangsa di Pulau Sumba dan Sumba Timur khususnya untuk memperkokoh dan menjaga kesatuan dan persatuan, serta meningkatkan mutu generasi muda Sumba dalam bidang olah raga.

Ketua Majelis Jemaat Payeti Pdt Yuliana Ata Ambu dalam sekapur sirihnya mengatakan, turnamen sepak bola antarumat beragama yang diinisiasi oleh GKS Jemaat Payeti awalnya dilaksanakan pada $ November 2000 sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa persatuan di antara generasi muda Sumba.

Dalam pelaksanaan turnamen ini, kata dia, hanya tahun 2015 saja yang tidak dilaksanakan, sehingga tahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-17 kalinya. Sedangkan untuk pelaksanaan turnamen yang melibatkan generasi muda lintas agama se-daratan Sumba adalah yang ke-7 kalinya.

“Saya berharap tetap ada dukungan dan kerja sama pimpinan dan seluruh umat beragama di Sumba Timur dan se-daratan Sumba untuk menjaga kerukunan dan keamanan selama berlangsungnya turnamen ini,” kata dia.
Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dalam sambutan pembukaan turnamen tersebut menyampaikan apresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh pemuda GKS Payeti.

Umbu Lili mengatakan, mewakili pemerintah daerah dirinya mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pemuda GKS Payeti yang telah melaksanakan kegiatan yang mungkin merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, yang telah dilaksanakan sebanyak 17 kali untuk Sumba Timur dan tujuh kali se-daratan Sumba.

“Ini menandakan semangat persaudaraan terjalin dengan baik di kabupaten ini dan Sumba pada umumnya. Harapan kita kiranya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar serta dapat bermanfaat bagi kelangsungan keharmonisan hubungan persaudaraan antarumat beragama di Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu dan tanah Humba umumnya,” kata Umbu Lili.

Menurutnya, di dalam suatu kompetisi olah raga tentunya tim yang paling siap, keras berlatih, disiplin yang bisa mencapai hasil optimal. Untuk itu peserta harus sportif dan menjunjung tinggi fair play dengan tetap menjaga persaudaraan, kesatuan, dan persatuan.

“Kami berharap dalam ajang ini akan lahir pesepakbola yang handal dan dapat dibanggakan daerah masing-masing. Selamat bertanding,” tutupnya. (bev/ol)

Tim Tim yang hadir tidak hanya dari kabupaten Sumba TImur tetapi hadir juga tim dari 3 kabupaten lain di Sumba. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT. Sebelum membuka acara Wakil Bupati Sumba Timur tersebut menerima Piala Bergilir yang diserahkan oleh Tim GSJA Sumba dan langsung diberikan kepada Panitia Turnamen Sepak Bola antar umat beragama Sedaratan Sumba yang XVII selaku penyelenggara kegiatan.

Dalam Sambutannya Umbu Lili Pekuwali, ST, MT mengapresiasi turnamen yang dilaksanakan oleh Pemuda Gereja GKS Payeti. ” Kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemuda gereja GKS Payeti yang telah melaksanakan kegiatan yang mungkin hanya terjadi di Kabupaten Sumba Timur. Kita telah melaksanakan sebanyak 17 kali ini menandakan semangat persaudaraan terjalin dengan baik di kabupaten ini.” Tutur Umbu Lili Pekuwali, ST, MT. (bev/ol)